Logo Sulselsatu

Semut Terlihat Berpelukan Jika Saling Bertemu, Begini Ceritanya

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 22 Desember 2021 15:38

Semut terlihat saling berpelukan jika bertemu, namun ternyata mereka berciuman (Kumparan)
Semut terlihat saling berpelukan jika bertemu, namun ternyata mereka berciuman (Kumparan)

SULSELSATU.com – Ketika saling berpapasan, semut terlihat sedang bersalaman atau saling berpelukan. Namun, tahukah kalian cerita sebenarnya dibalik perilaku semut itu?

Semut jika saling bertemu bukan sedang bersalaman, melainkan saling memberikan ciuman untuk memastikan koloni mereka tetap bekerja.

Dari penelitian yang dipublikasikan di eLife, kebiasaan semut berciuman itu untuk memastikan mereka bekerja seperti mesin sosial yang diminyaki dengan baik.

Baca Juga : Tahukah Anda? Semut Bisa Menyebabkan Diare Bila Dikonsumsi

Melansir detikcom, dengan bertukar ludah, spesies semut khususnya (Camponotus floridanus) atau semut kayu telah menciptakan metabolisme di seluruh koloni yang memastikan setiap individu memiliki apa yang mereka butuhkan untuk menjalankan peran mereka di masyarakat, baik sebagai pemburu, perawat, atau ratu.

semut individu memiliki dua perut – satu untuk mencerna makanan mereka sendiri dan satu lagi yang datang lebih dulu, ‘perut sosial’ untuk menyimpan cairan yang mereka bagi dengan semut lain di koloni mereka,” jelas ahli biologi evolusi Adria LeBoeuf dari University of Fribourg, Swiss.

“Pertukaran cairan ini memungkinkan semut untuk berbagi makanan dan protein penting lainnya yang dihasilkan oleh semut itu sendiri,” lanjutnya sebagaimana ditulis Science Alert.

Peneliti pun menemukan bukti bahwa cairan sosial ini dapat dikaitkan dengan peran individu dalam koloni. Ketika penulis menganalisis semua protein yang ditemukan di perut sosial semut kayu, mereka menemukan air liur dipenuhi dengan biomarker yang berbeda dan tergantung pada kondisi koloni.

Di 70 koloni dan 40 sampel cairan individu, peneliti menemukan 519 protein, 27 di antaranya ditemukan dalam air liur.

Koloni yang lebih muda, misalnya, mengeluarkan air liur lebih sering dan diisi dengan protein yang terlibat dalam pemrosesan gula secara cepat. Sementara koloni yang lebih tua mengedarkan protein yang diperlukan untuk pertumbuhan dan metamorfosis anak-anak mereka sekaligus guna mendapatkan hidup lebih lama.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui bagaimana setiap protein yang dibagikan pada akhirnya berdampak pada koloni dan semut individu. Namun temuan dari makalah ini menunjukkan bahwa ‘bersalaman’ alias ciuman di koloni semut adalah model yang berguna untuk memahami bagaimana hewan mungkin telah mengembangkan pembagian kerja.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...
Ekonomi07 Agustus 2026 20:37
BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi, Dorong Digitalisasi Layanan Haji dan Ekonomi Syariah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk mengemb...