SULSELSATU.com,Jeneponto -Sebelumnya, sejumlah guru dan Staf SMPN 2 Bontoramba di Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto melakukan aksi protes dengan menyegel sekolah menggunakan balok kayu dan ranting pohon pada Senin (07/03/2022) lalu.
Mereka menutut Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Bontoramba, Syaripuddin dicopot dari jabatannya, jika tidak mereka akan melakukan aksi mogok mengajar.
“Kami menolak Syarifuddin sebagai kepala sekolah dan pengawas di SMPN 2 Bontoramba karena Kepala Sekolah SMPN 2 Bontoramba sering menerapkan kebijakan yang merugikan guru dan pegawai,”ujarnya melalui isi spanduk yang tertempel depan pagar sekolah itu.
Namun aksi mereka tidak berlangsung, Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Nur Alam langsung turun ke Lokasi melakukan negosiasi dengan para guru dan staf agar sekolah tersebut dibuka.
Tidak lama kemudian, sekolah tersebut pun dibuka dibantu dengan pihak kepolisian dan TNI yang berada dilokasi.
Pasca kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) hari ini, Rabu (09/03/2022) resmi menonaktifkan Syafruddin sebagai Kepala Sekolah SMP negeri 2 Bontoramba.
“Kepala sekolah di non-aktifkan dan fokus ke tugas kepengawasannya mulai besok (Kamis) pagi,” ujar Nur Alam saat ditemui diruang kerjanya oleh awak media.
Adapun pengganti Kepala sekolah yang dinonaktifkan yakni Sihaka.
“PLH kepala SMPN 2 Bontoramba adalah pengawas SMPN 2 Bontoramba Pak Sihaka,” tutur Nur Alam.
Menurut Nur Alam, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto meminta agar para guru dan staf dapat beraktivitas seperti biasa.
“Mulai besok pagi datang seperti biasa berkenalan dengan kepala sekolah baru kita yaitu Pak Sihaka,” tutup Nur Alam.
Penulis Dedi
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar