Logo Sulselsatu

Kamu Suka Ngabuburit? Yuk Simak Asal Usulnya

Asrul
Asrul

Sabtu, 09 April 2022 17:44

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com – Ketua Lembaga Budaya Sunda, Universitas Pasundan Bandung Hawe Setiawan mengatakan, istilah ngabuburit berasal dari kata dasar burit yang berarti sore atau petang.

Kata dasar dalam bahasa Sunda itu mendapatkan awalan nga. Kemudian, terdapat repitisi kata bu dari burit, sehingga menjadi ngabuburit.

“Istilah ngabuburit itu memang istilah dari bahasa Sunda, berasal dari kata dasar burit, kalau dalam bahasa Indonesia berarti sore atau petang hari,” kata dia dilansir Kompas.com hari ini.

Baca Juga : Mudik Lebaran 2026 Dorong Trafik Data XLSMART Naik 21 Persen

Hawe melanjutkan bahwa istilah ngabuburit merujuk kepada kata kerja, yaitu melakukan kegitan untuk mengisi waktu seraya menyongsong tibanya waktu sore.

Dalam konteks Ramadan, berarti melakukan kegitan yang bermanfaat untuk mengisi waktu seraya menyongsong waktu berbuka puasa.

Istilah ngabuburit ini menurut Hawe merupakan bentuk keunikan bahasa Sunda. Sebab dalam bahasa Sunda, kata keterangan waktu (dalam hal ini burit) bisa menjadi kata kerja setelah mendapatkan kata awalan ( yaitu nga).

Baca Juga : Operasi Ketupat 2026, Pemkab Gowa Fokus Urai Kemacetan Titik Rawan

“Bahasa Sunda kosa katanya tidak begitu banyak, tapi variasinya hampir tidak terbatas. Maka keunikan bahasa Sunda itu dari kata keterangan waktu, orang bisa membuat suatu kata kerja, yaitu dengan tambahan awal, seperti kata ngabuburit,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), kata ngabuburit berasal dari kalimat ngalantung ngadagoan burit,

Kalimat ngalantung ngadagoan burit berarti bersantai sambil menunggu waktu sore. Serupa dengan yang disampaikan hawe, ngabuburit berasal dari kata dasar burit yang berarti sore hari.

Baca Juga : Ramadan 2026, Pengunjung Mal Ratu Indah Naik Signifikan hingga 48 Ribu per Hari

Kemunculan istilah ngabuburit

Hawe mengatakan, istilah ngabuburit sudah muncul sejak lama, tepatnya sejak kebudayaan Islam memasuki tanah Sunda.

“Seingat saya sudah lama (muncul istilah ngabuburit), saya kira sejak nilai-nilai Islam masuk dalam wilayah budaya Sunda,” ujarnya.

Baca Juga : Vasaka Hotel Makassar Hadirkan Ramadan Penuh Makna Bersama Anak Yatim

Namun demikian, kegiataan ngabuburit sudah semakin berkembang dan beragam dibandingkan awal kemunculannnya dulu.

Zaman dulu, anak-anak melakukan permainan tradisional Jawa Barat seperti bebeledugan atau meriam bambu.

Menurut Hawe, saat ini kegiatan ngabuburit semakin beragam dan kreatif menyesuaikan dengan kebudayaan daerah masing-masing.

Baca Juga : 5.000 Paket Sembako Berkah Ramadan MDA Jangkau 21 Desa di Luwu

“Kegiatan ngabuburit diarahkan kepada kegiatan yang lebih kreatif dan berharga, bukan hanya untuk mengisi waktu, tetapi juga menghayati arti Ramadhan itu sendiri,” katanya.

Proses ngabuburit jadi istilah nasional

Meski berasal dari bahasa Sunda, istilah ngabuburit kini sudah dipakai secara umum di beberapa daerah di Indonesia.

Menurut Hawe, fenomena tersebut tidak lepas dari peranan media yang menjadi saran menyebarkan istilah ngabuburit.

“Saya kira mungkin karena faktor media, sehingga istilah itu dikenal luas,” tuturnya.

Selain itu, istilah ngabuburit sendiri cukup mudah diucapkan oleh penutur non bahasa Sunda. Dengan demikian, istilah ngabuburit semakin mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Namun demikian, ada sejumlah daerah yang memiliki istilah berbeda untuk menyebut kegiatan menunggu azan Maghrib pada bulan Ramadhan.

Istilah dalam bahasa Minang tersebut berarti kegiatan untuk mengalihkan rasa haus dan lapas karena berpuasa.

Terlepas dari istilah yang dipakai, kegiatan menunggu azan Maghrib saat Ramadhan hendaknya diisi dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat seraya memaknai arti bulan suci.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan12 Juni 2026 23:05
Warga dan Mahasiswa Pasang Baliho Penolakan PSEL di Tamalanrea, Pertanyakan Izin Amdal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Warga bersama mahasiswa memasang sejumlah baliho penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Ene...
Makassar12 Juni 2026 22:29
Wali Kota Munafri Luncurkan Pete-pete Laut, Transportasi Gratis Hubungkan Pulau-pulau Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Warga kepulauan di Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar kini mulai merasakan hadirnya layanan transportasi laut secar...
Olahraga12 Juni 2026 20:36
MaRI Piknik 2026 Hadirkan Turnamen FIBA 3×3 dan Ruang Kreativitas Anak Muda
Mal Ratu Indah (MaRI) kembali menghadirkan festival tahunan MaRI Piknik 2026 yang berlangsung pada 12-14 Juni 2026....
Makassar12 Juni 2026 19:35
LPS Gandeng Unhas Perkuat Literasi Keuangan dan Kompetensi Generasi Muda di Makassar
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kerja sama dalam bidang pengembangan kompetensi, penelitian, dan literas...