Logo Sulselsatu

Pembunuhan Anak 11 Tahun di Makassar Efek Buruk Gadget

Hendra
Hendra

Kamis, 12 Januari 2023 10:34

Pelaku penculikan dan pembunuhan anak. (Foto: Ist)
Pelaku penculikan dan pembunuhan anak. (Foto: Ist)

SULSELSATU.COM, MAKASSAR – Kasus penculikan dan pembunuhan anak 11 tahun di Makassar adalah contoh efek buruk gadget.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Makassar (DP3A) Achi Soleman mengatakan, bahwa pelaku terinspirasi dari tontonannya.

Baca juga: Keluarga Penculikan dan Pembunuhan Anak 11 Tahun di Makassar Trauma Berat

Baca Juga : Keluarga Penculikan dan Pembunuhan Anak 11 Tahun di Makassar Trauma Berat

“Kalau saya lihat mereka ini kan punya gadget masing-masing. Mereka dalam baket (bahan keterangan) itu, terinspirasi dari pemberitaan yang menjual organ tubuh yang menjanjikan uang banyak, bisa jadi itu menjadi acuan juga buat anak-anak melakukan pembunuhan,” kata Achi.

Selain itu, dari cara pelaku dalam melancarkan aksinya, sangat rapi dan mirip adegan film dan seperti kekerasan yang ada di permainan gawai.

“Kalau kita lihat, Pertamanya kan mereka ini mulanya membujuk, lalu tiba-tiba dicekik dari belakang. Terus itu kan model-model film, model-model tontonan. Model-model gadget, model-model game,” bebernya.

Baca Juga : DP3A Catat 15 Kasus KDRT Selama PSBB Makassar

Achi mengatakan, bahwa orangtua sangat berperan penting dalam membatasi anak dalam menggunakan gawai.

“Anak-anak baca berita di manapun, bayangkan kalau arus informasinya 24 jam, counternya dari mana, dari keluarga. Kalau bukan dari keluarga itu memang agak susah,” lanjutnya.

Agar kejadian tidak berulang, DP3A akan tetap mendorong pola pengasuh yang positif terhadap anak.

Baca Juga : Ini Sejumlah Faktor Tingginya Kekerasan Terhadap Anak Versi DP3A Makassar

“Kita tetap mendorong yang namanya pengasuhan positif untuk keluarga. Kami lagi di UPT juga sedang melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan, baik itu fisik maupun psikos. Karena semuanya bermula dari bentuk kekerasanji sebenarnya”ungkapnya.

Sebelumnya, seorang anak laki-laki berinisial FS (11) menjadi korban pembunuhan.

FS diculik dan dibunuh oleh dua orang remaja bernama AD (17) dan MF (14).

Baca Juga : Kekerasan Terrhadap Anak, DP3A Makassar: Awal Tahun Sudah Enam Kasus

Korban ditemukan sudah meninggal dunia di Waduk Nipa-Nipa, Maros.

Kedua pelaku melancarkan aksinya untuk menjual organ dalam korban di salah satu situs online.

(*)

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Muhammad Junaedi/Hendrawijaya
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...