Logo Sulselsatu

Angka Putus Sekolah di Makassar Capai 14 Ribu Anak, Begini Tanggapan DPRD

Uje Jaelani
Uje Jaelani

Rabu, 18 Januari 2023 19:40

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Berdasarkan data yang dihimpun, angka anak putus sekolah di Makassar terbilang masih cukup tinggi. Per 2022 angka anak putus sekolah dilaporkan mencapai sekitar 14.000 anak.

Menurut Anggota Komisi D Dewan Perwalian Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Hamzah Hamid, bahwa faktor tingginya angka anak putus sekolah di Makassar karena faktor Zonasi.

“Ada pengaruh dari soal zonasi. Hasil pengamatan saya dan hasil diskusi diskusi dengan beberapa masyarakat ketika kami turun”ungkap Legislator PAN, Rabu (18/1/2023)

Baca Juga : Unhas dan Pemkot Makassar Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Dokter Gigi dalam Radiografi

Terutama di masyarakat yang berpenghasilan rendah, menurut Hamzah Hamid, kadang ada anak mampu secara akademik tetapi karena faktor zonasi jauh dari sekolah mereka masuk di sekolah swasta.

“Ketika masuk di swasta, ini tidak bisa dihindari bahwa di swasta pembayaran iuran itu menjadi persoalan, sehingga banyak orang tua murid tidak mampu membayar iuran, dan memilih untuk tidak bersekolah lagi”ungkapnya.

Selain itu, menurut Hamzah Hamid, faktor penghasilan orang tua yang semakin menurun. Lapangan pekerjaan tidak ada.

Baca Juga : Bupati Adnan Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Gowa, Harap Kolaborasi Harus Terus Terjalin

Hal tersebut menyebabkan banyaknya anak anak yang sudah lulus sekolah, tapi ijazahnya masih di sekolah tersimpan.

“Saya kira ini jadi perhatian pemerintah kota Makassar. Nah, kenapa tersimpan, karena harus dibayar dulu baru diambil ijazahnya. Coba bayangkan, satu, dua tahun iuran tidak dibayar, akhirnya ijazah jadi jaminan, akhirnya anak anak tidak bisa dipakai mencari pekerjaan”jelasnya.

Legislator PAN tersebut menyampaikan bahwa pemerintah harus serius menangani hal tersebut, dan menyelesaikan masalah tersebut dengan bersama sama.

Baca Juga : VIDEO: Bapenda Sulsel Ajukan Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah ke DPRD

“Pemerintah kota harus duduk bersama, yaa jangan terlalu bebal lah. Perlu ada gerakan” ucapnya.

Dia juga menambahkan bahwa Pemkot harus menghapuskan setiap pembayaran yang ada Sekolah, karena hal tersebut menyusahkan orang tua murid.

“Mungkin harus ditambah tidak boleh ada anak tidak sekolah dan tidak boleh ada pembayaran di sekolah-sekolah”ungkapnya.

Baca Juga : Inovasi Lorong Wisata Danny Pomanto Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Makassar

Berbeda dengan itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Yeni Rahman menyatakan bahwa persepsi dan paradigma masyarakat terkait pentingnya pendidikan juga harus diubah. Persepsi bahwa pendidikan untuk mencari kerja, harus digeser bahwa pendidikan bertujuan untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik.

“Ada juga anak berhenti sekolah karena menganggap sekolah hanya menuntut ijazah”ucap Yeni.

Karena menurut Yeni, orang yang bekerja tapi punya pendidikan, akan berbeda dengan orang yang juga bekerja namun tidak punya latar belakang pendidikan. Bisa saja sama-sama punya usaha, tapi manajemen usahanya pasti berbeda.

Baca Juga : Wali Kota Parepare Tanggapi Pandangan Fraksi DPRD Terkait Ranperda Pajak dan Retribusi

Penulis: Muhammad Junaedi

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....
News28 Januari 2026 17:53
Cetak Prestasi Gemilang, Kalla Toyota Dinobatkan Jadi Role Model Company di KALLA Award 2025
KALLA kembali menggelar ajang penghargaan KALLA AWARD 2025, sebagai bentuk apresiasi tinggi bagi unit bisnis di bawah naungan KALLA....
Pendidikan28 Januari 2026 17:32
SD Islam Athirah 2 Gelar Trial Class, Diikuti 79 Anak TK
SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga sukses menggelar kegiatan Trial Class yang melibatkan siswa dari TK Amaliyah BLKI, TK Negeri Manggala, dan TK Islam At...