Logo Sulselsatu

Anggota DPRD Luwu Timur Menyayangkan Petani Tambak Tidak Mendapatkan Kuota Pupuk Subsidi

Andi
Andi

Kamis, 26 Januari 2023 11:39

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, Luwu Timur – Hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi Dua DPRD dan Dinas Pertanian Luwu Timur tentang Kuota Pupuk Subsidi untuk petani sawah dan kebun sebanyak 33.523.563 ton telah dihasilkan.

Namun demikian, petani tambak tidak mendapatkan kuota Pupuk Subsidi, meskipun mereka juga mengolah ribuan hektar tambak yang tersebar di Luwu Timur. Hal ini sangat disayangkan menurut Anggota DPRD Luwu Timur, Najamuddin, S.AN.

Menindaklanjuti hasil RDP tersebut, Komisi Dua DPRD dan Dinas Pertanian melakukan konsultasi dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHBUN) Provinsi Sulsel di Makassar.

Tentu saja, menjadi pertanyaan mengapa petani tambak di Luwu Timur tidak mendapat kuota Pupuk Subsidi, padahal mereka juga merupakan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang usaha tambak.

Kunjungan Komisi Dua ke Dinas TPHBUN Provinsi Sulsel diterima langsung oleh Kepala Subkoordinator Pupuk Pestisida, Andi Oddang. Dia menjelaskan bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022, pemberian pupuk subsidi untuk petani sawah dan kebun hanya diberikan kepada sembilan komoditas, yaitu bawang merah, bawang putih, jagung, padi, kakao, cabe, kopi, tebu, dan kedelai.

“Anda Oddang menyarankan agar kuota Pupuk subsidi bagi petani tambak dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri, tidak lagi oleh Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, sebaiknya koordinasikan dengan Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur untuk menindaklanjutinya,” kata Andi Oddang pada Kamis (26/1/23).

Dihubungi melalui telepon, Anggota DPRD Luwu Timur dari Komisi Dua, Najamuddin, menjelaskan bahwa tidak adanya kuota Pupuk subsidi bagi petani tambak di Luwu Timur selama dua tahun terakhir ini dinilainya sebagai bentuk diskriminasi, dan Dinas Perikanan dan Kelautan Luwu Timur hanya “tidur” dalam menjalankan tugasnya.

“Kenapa saya katakan tidurnya nyenyak? Karena beberapa kabupaten di Indonesia ini mendapatkan kuota pupuk subsidi dari Kementerian Kelautan, sementara Luwu Timur yang dibanggakan sebagai daerah potensi tambak terbesar di Sulsel satu ons pun tidak mendapatkan kuota pupuk subsidi. Padahal, RDKK kelompok petani tambak sejak lama datanya terdaftar di Dinas Perikanan,” ungkap Najamuddin.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Sucipto
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...
Ekonomi07 Agustus 2026 20:37
BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi, Dorong Digitalisasi Layanan Haji dan Ekonomi Syariah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk mengemb...