SULSELSATU.com – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) meraih penghargaan Asian Telecom Awards 2023 sebagai HR Initiative of the Year atas pengembangan proyek Robotic Process Automation (RPA) bernama Administration Assistant Robotic Indosat (ASTRID).
Proyek tersebut untuk membantu dan menangani operasional SDM-nya. Indosat berhasil mengatasi tantangan dalam mengelola sebagian besar pekerjaan administratif mulai dari proses onboarding hingga offboarding di berbagai touchpoint untuk 2800 karyawannya.
Terutama ketika perusahaan memiliki tingkat onboarding rata-rata 200 karyawan baru per tahun dan lonjakan migrasi 1085 karyawan pada tahun 2022 karena merger.
Baca Juga : Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Director and Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison Irsyad Sahroni mengatakan, Indosat berterima kasih atas pengakuan internasional ini melalui inisiatif terobosan HR Operations.
Mengintegrasikan dua perusahaan dengan skala besar memang cukup menantang. Untungnya, kata Irsyad, Indosat menjalani prosesnya dengan lancar berkat proyek RPA.
“Proyek ini memungkinkan karyawan untuk beralih dari pekerjaan manual yang berulang ke pengembangan diri untuk menjadi lebih strategis. Pengembangan talenta internal kami dengan otomatisasi ini telah menjadi prioritas karena kami percaya bahwa ini adalah kunci pertumbuhan Indosat di masa depan,” kata Irsyad, Senin, (10/4/2023).
Baca Juga : Produk Pasar Modal Kian Menarik, Investor di Sulsel Naik 21,35 Persen
Penghargaan ini mengakui upaya dan inisiatif perusahaan telekomunikasi dalam menaklukkan pasar yang menantang dan memberikan layanan terbaik. Dan, Indosat membedakan dirinya dari pesaing.
Dampak ASTRID yang paling signifikan tahun lalu adalah proses lima jam yang intensif menjadi hanya 18 menit dengan akurasi hingga 100 persen dan hampir 0 persen dari intervensi manusia. Hal ini memberikan manfaat tidak tertulis dari penerapan RPA, yang merupakan hak kemanusiaan personel SDM Indosat.
Kata Irsyad, dengan ASTRID mengambil alih sebagian besar beban kerja administratif, anggota tim dapat mengalokasikan waktu ke pekerjaan yang lebih berharga dan mengembangkan keterampilan serta kompetensi baru untuk karir.
Baca Juga : CIMB Niaga Gelar Wealth Xpo 2025, Bantu Nasabah Kelola Kekayaan untuk Keuangan Berkelanjutan
Tim SDM yang waktunya sebagian besar digunakan untuk tugas administrasi sekarang dapat lebih fokus pada analitik dan wawasan. Mereka mampu menciptakan mesin psikis untuk memprediksi perilaku bakat di masa depan dan mengurangi gesekan bakat terbaik.
Indosat percaya bahwa proyek ASTRID RPA dapat direplikasi dan dapat diterapkan dalam berbagai proses SDM dan unit bisnis lainnya yang berulang dan berbasis aturan. Hal ini dapat menjadi preseden bagi orang lain tentang bagaimana SDM dapat secara kreatif membuat dampak bagi orang-orang melalui penerapan teknologi canggih seperti RPA dan Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada karyawannya.
“Tim manajemen kami ingin menempatkan lebih banyak investasi dalam pengembangan sumber daya manusia untuk lebih mendorong kinerja Perusahaan yang solid. Indosat berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang luar biasa kepada seluruh pemangku kepentingan, menghubungkan dan memberdayakan setiap masyarakat Indonesia,” tutup Irsyad.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar