Logo Sulselsatu

Eks Karyawan PT Petra Menuntut Pembayaran Gaji, DPRD Luwu Timur Dorong PT Vale untuk Bertindak

Andi
Andi

Selasa, 06 Februari 2024 21:33

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, Luwu Timur – Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Abdul Munir Razak, menyatakan bahwa jika PT Vale bersedia, ia dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi ratusan karyawan PT Petra yang telah bertahun-tahun menuntut pembayaran gaji. Hal ini disebabkan masih ada uang dari PT Petra yang ditahan oleh PT Vale, termasuk aset perusahaan tersebut.

“Informasi yang saya terima menunjukkan bahwa masih ada sekitar 800 juta rupiah dari PT Petra yang ditahan oleh PT Vale. Saya mengusulkan agar, demi alasan kemanusiaan, Vale dapat mencairkan dana tersebut untuk membayar gaji mantan karyawan PT Petra yang belum terbayar,” ungkap Munir pada hari Selasa (06/02/2024).

Munir menjelaskan bahwa hampir dua ratus orang mantan karyawan PT Petra masih belum menerima gaji mereka, dengan beberapa di antaranya menunggak dua bulan bahkan empat bulan. Mereka telah menuntut hak mereka selama lebih dari satu tahun namun belum ada kejelasan. Kasus semacam ini tidak boleh dibiarkan.

Sementara itu, PT Petra sebelumnya merupakan kontraktor PT Vale, dan kini perusahaan tersebut telah tutup. Namun, aset perusahaan dan dana sekitar 800 juta rupiah masih berada di PT Vale.

“Salah satu solusi adalah dengan melelang aset PT Petra tersebut dan menggunakan dana tersebut untuk membayar gaji mantan karyawan. Saya berharap manajemen PT Vale tidak berdiam diri menghadapi masalah ini karena ada jalan keluar untuk menyelesaikan tunggakan gaji ini,” tambah Munir. “Permasalahan ini sangat memalukan karena baru-baru ini terjadi kontraktor PT Vale tidak mampu membayar gaji karyawan.”

Sebelumnya, Munir juga telah bertemu dengan manajemen PT Vale untuk membahas masalah tunggakan gaji mantan karyawan PT Petra. Dalam pembicaraan tersebut, PT Vale telah menyetujui untuk mencairkan dana sebesar 800 juta rupiah tersebut. Namun, permasalahannya adalah bahwa pencairan dana tersebut harus disetujui oleh Syarif, yang merupakan direktur PT Petra.

“Masalahnya sekarang adalah bahwa Syarif tidak proaktif dan keberadaannya tidak diketahui. Kabarnya, ia juga telah dilaporkan ke polisi, dan saya berharap polisi dapat menangani kasus ini dengan serius,” tutup Munir.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik23 September 2026 15:27
Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai membuka ruang bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di tengah m...
OPD23 September 2026 15:22
Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persoalan kecukupan anggaran untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Sela...
Makassar23 September 2026 15:04
Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar ...
Metropolitan23 September 2026 14:05
Munafri Serukan Zero Bullying di Sekolah, Guru dan Orang Tua Diminta Aktif Sejak Dini
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan Zero Bullying atau tida...