Logo Sulselsatu

Raja Madu Sulawesi dari Kabupaten Gowa Lolos Bootcamp PINOTI, Target Jadi Pengekspor Madu Terbesar

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 02 Juni 2024 14:12

Owner Raja Madu Sulawesia Hj Ariani bersama Sekretaris BSKJI Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum. Foto: Istimewa.
Owner Raja Madu Sulawesia Hj Ariani bersama Sekretaris BSKJI Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, GOWA – Raja Madu Sulawesi, Industri Kecil Menengah (IKM) asal Kabupaten Gowa berhasil lolos dalam Bootcamp Penguatan Industri Melalui Optimalisasi Teknologi (PINOTI) tahap dua 2024.

Bootcamp PINOTI tahap dua 2024 sebelumnya berlangsung di Bali pada 13-16 Mei 2024. Sebanyak 26 IKM yang diundang dan hanya 20 yang dipilih, salah satunya Raja Madu Sulawesi.

PINOTI adalah salah satu langkah strategis Kementerian Perindustrian sebagai garda terdepan pemerintah dalam pembangunan industri untuk mengoptimalkan peran IKM sebagai sektor usaha yang mendominasi di Indonesia.

Baca Juga : Resmi Jabat Bupati, Darmawangsyah Muin Fokus Bereskan Utang Pemkab Gowa dan Hak ASN

Owner Raja Madu Sulawesi Hj Ariani mengatakan, dari Kabupaten Gowa, hanya IKM Raja Madu Sulawesi sendiri yang lolos PINOTI Kementerian Perindustrian Tahun 2024.

“Alhamdulillah IKM kami sebagai perwakilan Kabupaten Gowa berada di peringkat ke-2 dari asil akhir yang dipilih setelah tahap Bootcamp PINOTI di Bali pada Mei lalu,” kata Hj Ariani kepada Sulselsatu.com, Jumat (31/5/2024).

Dengan lolosnya Raja Madu Sulawesi diBootcamp PINOTI 2024, berhak untuk mendapatkan pendampingan selama 6 bulan dari Kementerian Perindustrian.

Baca Juga : Pemkab Gowa Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional

Pendampingan yang diterima berupa bimbingan teknis terkait manajemen produktivitas industri yang dilaksanakan pada 11-14 Juni 2024 mendatang di Surabaya.

“Banyak ilmu yang kami dapat selama mengikuti tahapan kurasi Bootcamp kemarin. Antara lain bagaimana optimalisasi katalog digital, media sosial, dan digital marketing dgn bantuan teknologi difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian,” jelasnya.

Selanjutnya, para IKM yang lolos juga dibantu mencari solusi dan inovasi dari setiap masalah. Serta, bagaimana memanfaatkan TRIZ 4.0. dan rekayasa teknologi untuk meningkatkan produktivitas.

Baca Juga : Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin Dorong UMKM Masuk Pasar Haji

Setelah lolos dari PINOTI, Hj Ariani selaku pemilik berusaha mengejar target omzet 3 tahun ke depan dengan menerapkan ilmu dan fasilitas dari program PINOTI Kementerian Perindustrian.

“Target kami adalah menjadi perusahaan ekspor madu terbesar di Sulawesi dengan mengedepankan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yg didukung oleh ilmu dan teknologi,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....