Logo Sulselsatu

NeutraDC Bersama KBRI Singapura Gelar Diskusi Panel Kebijakan Pelindungan Data

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 08 Juni 2024 14:15

NeutraDC dan KBRI Singapura bahas perlindungan data dalam diskusi panel. Foto: Istimewa.
NeutraDC dan KBRI Singapura bahas perlindungan data dalam diskusi panel. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Perusahaan data center PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura (KBRI Singapura) menyelenggarakan diskusi panel dengan tema “Explore Data Protection Policies Supporting Global Enterprise’s Expansion in Indonesia” di KBRI Singapura, Jumat, (7/6/2024).

Diskusi ini membahas mengenai kebijakan pelindungan data pribadi di Indonesia dengan menyoroti berbagai aspek.

Empat panelis yang dihadirkan yaitu Dirjen Aptika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Group Business Development Telkom Honesti Basyir, Partner K&K Advocates Danny Kobrata, dan Chief Marketing Officer Straits Interactive Alvin Toh.

Baca Juga : Telkom Tebar Dividen Jumbo, Jajaran Direksi Tetap Dipertahankan

Melalui diskusi yang diinisiasi oleh anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), para panelis saling berbagi pandangan mengenai regulasi, tantangan, peluang, serta strategi kepatuhan terkait penyimpanan data.

Duta Besar RI Singapura, Suryo Pratomo, menekankan pentingnya data center sebagai infrastruktur inti dan critical untuk mencapai ekonomi digital Indonesia yang berbasis data.

Dengan potensi industri data center yang besar, terbuka peluang untuk Indonesia berkolaborasi dalam sektor teknologi dan data center, termasuk dengan Singapura.

Baca Juga : RUPST Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun

“Terlebih, dengan adanya Undang-Undang No. 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Melalui regulasi ini, Indonesia dapat semakin memperkuat posisinya menjadi pusat penyimpanan data baik domestik maupun internasional,” ucap Suryo Pratomo.

Dalam diskusi tersebut, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan juga menyoroti beberapa hal penting.

“Evolusi regulasi pelindungan data di Indonesia terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi terbaru. Keselarasan kebijakan pelindungan data Indonesia dengan kebijakan regional juga menjadi fokus utama kami sebagai regulator. Saat ini, prioritas utama dan tantangan terkait penegakan kebijakan pelindungan data di Indonesia adalah memastikan bahwa semua pihak mematuhi standar yang telah ditetapkan,” jelas Semuel.

Baca Juga : Pendapatan Telkom Tumbuh 1,5 Persen Kuartal I 2026, Nilai Mencapai Rp37,2 Triliun

Hal senada juga disampaikan Direktur Group Business Development Telkom, Honesti Basyir, yang menjelaskan dalam diskusinya mengenai langkah-langkah yang telah diambil oleh Telkom dalam menanggapi kebijakan pelindungan data.

Honesti mengatakan, Telkom telah melakukan investasi signifikan untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan pelindungan data.

“Terlebih, kami memiliki bisnis unit pusat data melalui NeutraDC dengan skala besar dan berstandar internasional. Sehingga kami sangat memerhatikan kebutuhan pelindungan data demi memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk para pelanggan kami,” kata Honesti.

Baca Juga : Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun pada 2025, Total Shareholder Return Capai 35,7 Persen

Seperti diketahui, Indonesia semakin menjadi pasar yang menarik bagi industri pusat data dengan pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara. Hal ini karena mendapat dukungan dan kemudahan investasi dari pemerintah dan adanya regulasi pelindungan data.

Dukungan pemerintah melalui pemberlakuan Undang-Undang No. 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP Law) menjadi pertimbangan utama bagi pengguna data center untuk menempatkan data baik domestik maupun internasional di Indonesia.

NeutraDC, kini dapat menjadi mitra yang andal dengan lokasi strategis di Singapura dan beberapa daerah di Indonesia, di antaranya di Batam, Cikarang, Serpong, Sentul, dan Surabaya.

Baca Juga : TelkomGroup Perkuat Akses Digital Papua Pegunungan Lewat Community Gateway Wamena

CEO NeutraDC Andreuw Th A F menyebut NeutraDC tak hanya berfokus pada keamanan data dan kepatuhan regulasi, tetapi juga terus berinovasi untuk mengambil peran sebagai data center yang dapat diandalkan sebagai AI Enabler.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News15 Juni 2026 14:19
Harga BBM Jadi Sorotan, Honda Hadirkan Solusi Kendaraan Hemat Bahan Bakar
Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari....
Olahraga15 Juni 2026 14:14
AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi 2026, Irfan Ardiansyah Tampil Gemilang
Astra Honda Racing Team (AHRT) meraih hasil positif pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Mote...
Makassar15 Juni 2026 13:48
PPP Sulsel Instruksikan Fraksi DPRD Makassar Dukung Program Wali Kota Appi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, menginstruksikan seluruh...
Metropolitan15 Juni 2026 13:46
Sekda Makassar Minta Seluruh OPD Perkuat Kolaborasi Hadapi Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kola...