Logo Sulselsatu

Tamsil Linrung Sebut Sulsel Butuh Pemimpin yang Sejalan dengan Prabowo

Redaksi
Redaksi

Rabu, 06 November 2024 10:32

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menegaskan pentingnya dukungan bagi calon kepala daerah yang sejalan dengan pemerintah pusat.

Mengingat pemerintah daerah perlu bergerak selaras dengan pemerintah pusat demi tercapainya tujuan pembangunan nasional yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Keselarasan antara pusat dan daerah untuk menghindari potensi konflik kebijakan yang dapat menghambat pembangunan. Momentum Pilkada ini, di level provinsi atau daerah para kandidat diharapkan mengadopsi pemikiran-pemikiran presiden sebagai visi misi,” ujar Tamsil dikutip keterangan persnya, Rabu (6/11/2024).

Baca Juga : Tamsil Linrung Ingatkan Asta Cita Harus Dirasakan Langsung oleh Daerah

Pemerintah pusat, lanjut Tamsil, merumuskan kebijakan dengan pertimbangan makro ekonomi yang lebih luas, sedangkan pemerintah daerah, dengan pemahaman mendalam terhadap karakteristik lokal, dapat menyesuaikan penerapan kebijakan tersebut secara kontekstual.

Dicanangkannya Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) oleh Presiden Prabowo menjadi pertanda bahwa diperlukannya persatuan dan keselarasan gerakan untuk mencapai tujuan nasional.

Target besar Presiden Prabowo terkait kedaulatan pangan yang dimulai dari swasembada, dapat diwujudkan dengan adanya sinergi program dari pusat hingga daerah. Alasan inilah yang menunjukkan urgensi pemimpin daerah yang sejalan dengan Presiden Prabowo.

Baca Juga : Kawal Program Prabowo di Sulsel, Tamsil Linrung Buka Posko Pengaduan

Senator asal Sulsel ini juga mengapresiasi visi pertanian calon gubernur Andi Sudirman Sulaiman yang dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan Presiden Prabowo.

Menurut Tamsil, harus ada komitmen yang kuat untuk mendukung upaya swasembada pangan dan kemandirian petani lokal, yang merupakan prioritas pemerintah pusat.

“Program-program Pak Andi Sudirman di bidang pertanian selaras dengan upaya mencapai kedaulatan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Inisiatif tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani lokal dan memperkuat peran Sulsel sebagai lumbung pangan nasional,” sambungnya.

Baca Juga : Utang PEN Hantui Pemda, Tamsil Linrung Desak Solusi Fiskal untuk Daerah

Tamsil yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2010-2015 di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum, memiliki pandangan mendalam mengenai pentingnya ketahanan pangan dan pemberdayaan petani lokal.

Menurutnya, program Pemda harus bisa menjadi fondasi bagi peningkatan produktivitas pertanian di Sulsel. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Tamsil menambahkan, bahwa pembangunan sektor pertanian adalah fondasi penting bagi ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga : DPD RI Dukung Target Swasembada Jagung, Tamsil Linrung: Sulsel Siap Jadi Lumbung Nasional

“Peningkatan produktivitas pertanian melalui program mandiri benih padi dan penyediaan benih unggul bersertifikat, misalnya, diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi padi serta mempertahankan status Sulsel sebagai lumbung pangan nasional,” ujar Tamsil.

Upaya ini bukan hanya soal produktivitas, tetapi juga untuk mendukung peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang telah terbukti meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, kesejahteraan petani bisa semakin membaik.

“Dengan keberlanjutan program seperti ini, sektor pertanian di Sulsel akan semakin kuat dan mendukung visi besar Prabowo untuk ketahanan pangan nasional,” pungkas Tamsil.

Baca Juga : Tabligh Akbar dan Pelepasan Ratusan Dai Wahdah Islamiyah akan Dihadiri Senator Tamsil Linrung di Makassar Ahad Ini

Terpisah Jubir Andi Sudirman Ramli Rahim mempertegas keberhasilan Andi Sudirman di bidang pertanian, dimana setiap tahunnya ada ratusan ribu bantuan benih yang diberikan secara gratis kepada para petani.

Termasuk diantaranya yaitu benih padi, serta komoditi unggul lainnya. Hasilnya pun terbukti mampu meningkatkan produksi pertanian di Sulsel.

Khusus padi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan yang terjadi berhasil membawa Sulsel menjadi provinsi tertinggi di Indonesia dengan surplus beras mencapai 2,08 juta ton pada tahun 2022.

Produksi padi pada 2022 diketahui mencapai 5,34 juta ton, atau mengalami peningkatan sebesar 4,92 persen dibanding sebelumnya 2021 sebanyak 5,09 juta ton.

Sejalan dengan itu, produksi beras juga meningkat. Dimana pada tahun 2020 berada pada angka 2,7 juta ton, 2021 menjadi 2,92 juta ton, dan di tahun 2022 meningkat sebesar 3,07 juta ton.

Melihat data tersebut, artinya Sulsel mampu meningkatkan produksi dalam dua tahun itu sampai dengan 651.704 ton. Termasuk berhasil mengalahkan Jabar, Jateng, Jatim yang memiliki wiliyah yang lebih luas namun hanya mampu meningkatkan produksi sekitar 133.000-416.000 ton.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik29 Januari 2026 16:33
Disaksikan Istri dan Anak, Kaesang Perkenalkan RMS Sebagai Kader PSI di Forum Rakernas Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep secara resmi memperkenalkan mantan Ketua DPW Partai NasDem...
Makassar29 Januari 2026 13:46
Wali Kota Makassar Minta RKPD 2027 Fokus pada Dampak dan Keberlanjutan
SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal ...
Sulsel29 Januari 2026 09:36
Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Pratama pada Penerimaan Penghargaan UHC Award 2026 dira...
Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...