Logo Sulselsatu

JMS-Tomy Gugat ke MK, Tuding Andi Utta-Edy Lakukan Pelanggaran TSM di Pilkada Bulukumba

Redaksi
Redaksi

Minggu, 15 Desember 2024 20:42

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kuasa hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, Jamaluddin M. Syamsir-Tomy Satria Yulianto (JMS-Tomy), mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dugaan kecurangan oleh pasangan calon nomor urut 2, Andi Muchtar Ali Yusuf dan A. Edy Manaf.

Gugatan ini terdiri dari tiga poin utama, yaitu:
1. Diskualifikasi pasangan calon nomor 2 dari Pilkada Bulukumba.
2. Pembatalan hasil rekapitulasi suara Pilkada Bulukumba yang ditetapkan oleh KPU.
3. Pengenaan sanksi administratif terhadap paslon nomor 2 dengan penangguhan status sebagai calon bupati jika terbukti melakukan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Ketua Tim Hukum JMS-Tomy, Kurniadi Nur, menyebutkan bahwa dasar dari gugatan ini adalah pelanggaran terhadap aturan mutasi ASN oleh paslon nomor 2 yang merupakan petahana. Selain itu, pihaknya juga menyoroti dugaan koordinasi terstruktur antara bupati, camat, dan lurah untuk memenangkan paslon 02.

Baca Juga : DPD RI Buka Opsi Perbaikan Sistem Pemilu, Termasuk E-Voting

“Sejak awal, kami menemukan berbagai bukti pelanggaran TSM, termasuk rekaman video, tangkapan layar percakapan, serta laporan yang viral di media sosial. Semua ini menjadi dasar kuat bagi kami untuk meyakini bahwa MK akan mengabulkan permohonan kami,” ujar Kurniadi saat konferensi pers di Makassar, Minggu (15/12/2024).

Selain pelanggaran aturan ASN, tim hukum JMS-Tomy juga menuduh adanya praktik politik uang secara masif di hampir seluruh kecamatan di Bulukumba.

Kurniadi menyebutkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti visual serta mengantongi kesaksian dari 100 orang, termasuk penerima uang, ASN, dan saksi lapangan.

Baca Juga : Putusan MK Hapus Format Pemilu Serentak, Pengamat Unhas: Koreksi atas Beban Demokrasi yang Terlalu Berat

“Dalam 8 dari 10 kecamatan di Bulukumba, kami memiliki bukti kuat, seperti di Ujung Bulu dengan 12 kasus, Bontotiro 8 kasus, dan Kecamatan Bulukumba 6 kasus. Kami bahkan menemukan indikasi perintah langsung dari petahana untuk mendukung paslon 02,” jelasnya.

Kurniadi juga menambahkan bahwa saksi-saksi yang mereka hadirkan akan dilindungi oleh Badan Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sementara itu, Sekretaris Forum Demokrasi Milenial Bulukumba, Andi Yurdinawan, menyebut Pilkada Bulukumba 2024 sebagai pesta demokrasi paling brutal dalam sejarah.

Baca Juga : Fahri Bachmid: Putusan MK Soal Pemilu Pisah, Perpanjangan Masa Jabatan DPRD Jadi Opsi Konstitusional

Pihaknya mengkritik keras keterlibatan ASN, kepala desa, dan camat yang diduga digerakkan oleh paslon 02.

“Demokrasi di Bulukumba tercoreng oleh pelanggaran masif ini. Kami berharap MK mampu memberikan putusan yang menjadi contoh nasional agar praktik kecurangan seperti ini tidak terulang di daerah lain,” ujar Andi Yurdinawan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik06 November 2026 22:31
Ribuan Massa Padati Puncak Harlah NasDem ke-15 di Sidrap, 212 Kader Penggerak Dilantik
SULSELSATU.com, SIDRAP – Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan resmi dimulai, Jumat (6/11/2026) malam...
Metropolitan06 November 2026 21:42
AESI Ajak Jurnalis Nasional dan Daerah Kawal Proyek PLTS
SULSELSATU.com, JAKARTA – Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menggelar Media Training bertema “Penguatan Kapasitas Media dalam Diskurs...
News06 November 2026 21:34
Vale Indonesia Dukung Penguatan Kapasitas Pemuda Morowali Lewat Bahopombine Youthcamp 2026
Ratusan pemuda mengikuti Bahopombine Youthcamp 2026 yang digelar Karang Taruna Desa Kolono pada 30 Oktober hingga 1 November 2026....
Hukum06 November 2026 19:54
Kejati Sulsel Beberkan Bukti Chat WhatsApp hingga Audit BPKP di Praperadilan Bahtiar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) membeberkan sejumlah bukti baru dalam sidang kesimpulan praperadi...