Logo Sulselsatu

DPRD Sulsel Desak Negosiasi Ulang Participating Interest Migas Sengkang

Asrul
Asrul

Selasa, 11 Februari 2025 19:09

Ketua Komisi C DPRD Sulsel Andre Prasetyo Tanta. Ist
Ketua Komisi C DPRD Sulsel Andre Prasetyo Tanta. Ist

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi C DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar rapat kerja membahas Participating Interest (PI) Migas Sengkang di Gedung DPRD Sulsel pada Selasa (11/02/2025).

Rapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi C, Andre Prasetyo Tanta (APT), dengan dihadiri Direktur Utama PT Sulsel Andalan Energi (SAE), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Sulsel.

Dalam pertemuan tersebut, Andre menegaskan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari surat yang diajukan oleh Forum Merah Putih serta kunjungan DPRD Wajo ke DPRD Sulsel sebelumnya.

Baca Juga : Pengawasan di Biringkanaya, Fauzi Andi Wawo Siapkan Program KK Binaan Bagi Konstituen PKB

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sudah ada kesepakatan antara PT SAE dengan pihak kontraktor, Energy Equity Epic (Sengkang) Pty Ltd (EEES), terkait PI sebesar 2,5 persen yang akan dibagi antara PT SAE dan BUMD Kabupaten Wajo.

“Namun, setelah kami pelajari berdasarkan regulasi Kementerian ESDM, maksimal PI yang bisa diberikan kepada daerah mencapai 10 persen,” ujar Andre.

Komisi C pun merekomendasikan kepada PT SAE dan Pemprov Sulsel agar menunda sementara kesepakatan PI 2,5 persen tersebut.

Baca Juga : Kadir Halid Ungkap Progres Stadion Sudiang dan Pembenahan Fasilitas CPI Makassar

Andre menilai bahwa nilai tersebut masih jauh dari harapan masyarakat Wajo, terlebih mengingat hasil kajian Center of Technology (CoT) Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa keuntungan kontraktor dalam eksploitasi Migas Sengkang mencapai Rp300 miliar pada 2023 dan lebih dari Rp200 miliar pada 2024.

Lebih lanjut, Andre menyoroti bahwa sejak eksploitasi migas dimulai pada 1900-an, tidak ada pembagian keuntungan langsung kepada Pemprov Sulsel maupun Pemkab Wajo, selain Dana Bagi Hasil (DBH).

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM, daerah berhak ikut serta dalam pengelolaan migas dengan maksimal 10 persen PI.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

“Oleh karena itu, kami meminta Pemprov Sulsel untuk segera melakukan negosiasi ulang agar bisa mendapatkan nilai PI yang lebih besar, sehingga pembagian dividen lebih optimal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambahnya.

Andre juga menjelaskan bahwa masih ada dua tahapan yang harus diselesaikan sebelum PI 2,5 persen dapat disahkan, yakni surat rekomendasi dari Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas dan persetujuan dari Kementerian ESDM.

Dengan adanya peluang tersebut, Komisi C mendesak agar Pemprov Sulsel berupaya menaikkan besaran PI sebelum keputusan final diambil.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

“Kami khawatir jika hanya 2,5 persen, PT SAE tidak akan mendapatkan keuntungan signifikan. Bahkan, dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan bisa merugi karena pendapatan yang kecil tidak mampu menutupi biaya operasional,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD Sulsel akan segera mengeluarkan rekomendasi resmi untuk melakukan negosiasi ulang PI Migas Sengkang. Rekomendasi ini juga akan dikoordinasikan dengan DPRD Wajo untuk diajukan ke SKK Migas.

“Kami berharap ada evaluasi ulang agar daerah bisa memperoleh bagian yang lebih layak. Jika perlu, kita akan bersama-sama mengajukan konsultasi ke SKK Migas untuk memastikan PI ini bisa lebih tinggi dari 2,5 persen,” tutup Andre.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....