Logo Sulselsatu

Jadi Mitra Pemkot Makassar, SUS Environment Bangun Infrastruktur Canggih Pembangkit Listrik dari Sampah

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Jumat, 11 April 2025 13:11

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Shanghai SUS Environment Co., Ltd telah menjalankan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik/PSEL (Waste-to-Energy) pasca menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada akhir tahun 2024 lalu. Proyek investasi ini bernilai USD 200 juta.

SUS Environment menjadi pemenang tender untuk pengembangan PSEL yang dilakukan Pemkot Makassar merujuk pada surat Wali Kota Makassar tertanggal 5 Februari 2024, Nomor 666.01/ 205/ DLH/ 2024 tentang Surat Penunjukan Pemenang Tender Pemilihan Mitra Kerjasama Penyediaan Infrastruktur Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Kota Makassar.

Baca Juga : Bank Sampah hingga RT/RW Disiapkan, Pemkot Makassar Perkuat Gerakan Pilah Sampah

Berdasarkan surat resmi Pemkot Makassar itu, menunjuk perwakilan konsorsium yakni SUS Indonesia Holding Limited – Shanghai SUS Environment Co., Ltd, – PT Grand Indonesia Puri untuk mempersiapkan pembangunan infrastruktur PSEL Makassar. Proses pembangunan infrastruktur proyek ini kemudian dijalankan oleh PT Sarana Utama Sinergy.

Diketahui, proyek PSEL di Malassar merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang tertuang dan diatur secara tegas melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Dikutip dari komitmen pembangunan PSEL antara Pemkot Makassar dan PT Sarana Utama Sinergy sebagai pelaksana pembangunan, proyek ini berlokasi di Kota Makassar dengan kapasitas pembangunan sebesar 1.300 ton per hari. Proyek ini rencananya dilengkapi dengan dua jalur pembakaran berkapasitas 2×650 ton per hari.

Baca Juga : Kabar Gembira! Olymrun 2026 Hadir di Makassar, Siapkan Hadiah Rp150 Juta

Sebagai salah satu proyek strategis nasional untuk pengolahan sampah di Indonesia, proyek ini tidak hanya akan membantu mengatasi masalah pengelolaan sampah yang semakin serius, tetapi juga secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca, mendukung Indonesia dalam mencapai target netral karbon.

Proyek PSEL Makassar bukan hanya menjadi unsur penting dalam strategi global SUS Environment, melainkan juga pencapaian penting dalam transisi Indonesia menuju energi hijau, serta inovasi sistem pengelolaan sampah.”

Proyek yang sementara dalam proses pembangunan insfrastruktur ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2027, dan diharapkan akan menjadi proyek percontohan penting di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Selama masa pembangunan proyek, juga akan menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat dan mendorong perkembangan rantai industri terkait.

Baca Juga : Warga dan Mahasiswa Pasang Baliho Penolakan PSEL di Tamalanrea, Pertanyakan Izin Amdal

Menurutnya, SUS akan memanfaatkan keunggulan teknologi dan manajemen guna membuat pencapaian dalam bidang lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi. SUS juga akan bekerja sama dengan beragam sektor di Indonesia untuk mempromosikan pelestarian alam, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan hidup.

Selama fase konstruksi, proyek ini membuka lapangan pekerjaan bagi warga Makassar, serta mendorong perkembangan industri-industri terkait di Indonesia sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai target netralitas karbon dan pembangunan berkelanjutan.

Dilansir sejumlah media, CTO SUS Environment, Jiao Xuejun menyatakan, pihaknya sangat terhormat dapat berpartisipasi dalam proyek pembakaran sampah untuk pembangkit listrik di Indonesia. Sebagai perusahaan energi bersih terkemuka di China, pihaknya akan memanfaatkan keunggulan teknologi dan manajemen untuk memastikan pembangunan dan operasi proyek yang efisien, serta memberikan dorongan baru untuk perkembangan berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga : Inisiatif Katimbang Siaga Bencana PLN UIP Sulawesi Dapat Penghargaan Pemkot Makassar

Sementara itu, Pusat Studi Advokasi dan Bantuan Hukum Amannagappa menilai hadirnya pengelolaan sampah menjadi listrik dengan teknologi yang ada, bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan. Industri pengelolaan sampah menjadi energi listrik memberikan nilai tambah dalam hal efisiensi energi dan penanganan sampah yang ramah lingkungan. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...
Ekonomi07 Agustus 2026 20:37
BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi, Dorong Digitalisasi Layanan Haji dan Ekonomi Syariah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk mengemb...