Logo Sulselsatu

803 Peserta Tak Hadir di UTBK Unhas, Mayoritas Terkendala Dokumen dan Administrasi

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Senin, 05 Mei 2025 20:15

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com MAKASSAR – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi berakhir pada 3 Mei 2025.

Dari total 21.813 peserta yang terdaftar, sebanyak 803 peserta dinyatakan tidak hadir. Angka ini setara dengan 3,68 persen dari keseluruhan peserta.

Direktur Pendidikan Unhas, Prof. Risma Illa Maulany menyampaikan bahwa pelaksanaan UTBK tahun ini berlangsung lancar.

“Kami memiliki 19 lokasi atau posko dengan 46 ruang ujian yang tersebar di dua kampus: Tamalanrea dan Gowa. Tingkat kehadiran mencapai 96,32 persen,” jelasnya, Senin (5/5/2025).

Prof. Risma juga mengapresiasi kerja seluruh tim yang terlibat, mulai dari dosen, tenaga pendidikan, pengawas ruang, hingga tim medis. Ia menambahkan bahwa koordinasi intensif juga dilakukan dengan panitia pusat SNPMB selama pelaksanaan UTBK.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana UTBK Unhas, Nurul Ichsani menjelaskan bahwa mayoritas peserta yang tidak hadir mengalami kendala pada dokumen dan kelengkapan administratif.

“Kasus paling banyak adalah peserta tidak membawa ijazah asli atau surat keterangan kelas 12 yang sah dan legalisir,” ujarnya.

Beberapa peserta juga tidak membawa kartu peserta atau kartu identitas. Bahkan, terdapat peserta yang wajahnya tidak sesuai dengan foto pada dokumen karena saat pendaftaran menggunakan akun atau perangkat orang lain.

Seluruh pelanggaran tersebut dicatat dalam Berita Acara Kecurangan (BAKU) yang berakibat pada diskualifikasi peserta dari proses seleksi.

Panitia juga mencatat adanya kendala teknis, seperti mati listrik dan gangguan server, namun seluruhnya dapat diatasi tanpa mengganggu jadwal secara signifikan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pusat untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur,” tambah Nurul.

Terkait peserta disabilitas, panitia menjelaskan bahwa terdapat kasus peserta tunanetra yang tidak teridentifikasi sebagai difabel saat pendaftaran. Akibatnya, mereka tidak mendapat fasilitas khusus dan tidak bisa dibantu saat ujian.

“Peserta netra seharusnya diarahkan ke UMM sebagai pusat UTBK khusus difabel netra,” jelas Nurul.

Panitia juga menolak permintaan reskijul dari peserta yang mengalami kecelakaan karena sistem pusat tidak mengakomodasi penjadwalan ulang.

Nurul menegaskan pentingnya edukasi sejak awal kepada peserta terkait dokumen, prosedur pendaftaran, dan kategori disabilitas.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...
Ekonomi07 Agustus 2026 20:37
BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi, Dorong Digitalisasi Layanan Haji dan Ekonomi Syariah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk mengemb...