Logo Sulselsatu

Konsep Sekolah Unggulan Disdik Sulsel Dikritik Irfan AB dan Yeni Rahman, Dinilai Ciderai Pemerataan Pendidikan

Asrul
Asrul

Rabu, 07 Mei 2025 15:28

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan untuk menetapkan empat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Makassar sebagai sekolah unggulan menuai kritik dari kalangan legislatif. Kebijakan ini dinilai mendadak, eksklusif, dan tidak mencerminkan prinsip keadilan dalam layanan pendidikan.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB, menyayangkan keputusan tersebut yang hanya mencakup SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, dan SMAN 17 di Kota Makassar. Ia menilai, penerapan sekolah unggulan seharusnya dilakukan secara merata di seluruh kabupaten/kota di Sulsel, bukan hanya terfokus di ibu kota provinsi.

“Kalau mau diberlakukan, ya harus adil di semua 23 kabupaten/kota, bukan hanya di Makassar saja,” tegas Irfan dalam rapat bersama Disdik Sulsel, Selasa (6/5/2025).

Baca Juga : DPRD Sulsel Dorong Kontribusi PT Vale Diperjelas Lewat Perda

Menurutnya, jika tidak ditangani secara hati-hati, kebijakan ini bisa menimbulkan kecemburuan di daerah lain karena dianggap mengistimewakan wilayah tertentu.

Senada dengan Irfan, anggota Komisi E lainnya, Yeni Rahman, juga melontarkan kritik terhadap konsep sekolah unggulan serta sistem penerimaan siswa baru (SPMB) yang dianggap belum berpihak pada pemerataan akses pendidikan.

Ia menilai, konsep sekolah unggulan selama ini terlalu menitikberatkan pada seleksi ketat dan fasilitas mewah yang hanya dapat diakses oleh siswa berprestasi dan berasal dari wilayah tertentu.

Baca Juga : Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun

“Sekolah unggulan bukan hanya tempat anak-anak pintar. Sekolah hebat itu yang bisa membentuk karakter dan prestasi dari anak-anak biasa atau bahkan bermasalah,” kata Yeni.

Yeni juga menyoroti penggunaan Kartu Keluarga (KK) dalam sistem zonasi atau jalur domisili, yang menurutnya masih menimbulkan ketimpangan. Banyak siswa dari luar Makassar merasa terdiskriminasi karena terbatasnya akses terhadap fasilitas pendidikan unggulan.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin, menjelaskan bahwa penetapan sekolah unggulan tetap mengedepankan asas seleksi melalui jalur prestasi. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor dan hasil Tes Potensi Akademik (TPA) yang transparan.

Baca Juga : Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang

“Kami akan umumkan hasil TPA secara terbuka untuk menjamin proses seleksi yang adil dan objektif,” ujar Iqbal.

Iqbal juga menambahkan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap evaluasi dan akan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak termasuk DPRD dan masyarakat.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi25 September 2026 21:02
OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama International Labour Organization (ILO) dan sejum...
Bisnis25 September 2026 19:52
Kalla Aspal Perkuat Hubungan dengan Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026
Kalla Aspal memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan mengunjungi beberapa pelanggan dan mitra khususnya di kota Manado, Sulawesi Utara, serta ...
Makassar25 September 2026 18:45
Yamaha GEAR ULTIMA Jadi Teman Piknik Keluarga di Makassar
Puluhan keluarga pengguna Yamaha GEAR ULTIMA berkumpul piknik bersama dalam acara ULTIMA FAMILY PICNIC di Makassar...
News25 September 2026 16:58
BPN Sultra Terbitkan SK Hak 47 Persil GITET 275 kV Kendari
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tenggara menerbitkan Surat Keputusan (SK) Hak untuk 47 persil lahan Gardu Induk Tegan...