Logo Sulselsatu

Minim Armada Sampah di Buloa, Ketua Komisi C DPRD Sulsel Janji Koordinasi dengan Pemkot

Asrul
Asrul

Rabu, 30 Juli 2025 10:24

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Andre Prasetyo Tanta (APT), kembali menyapa warga melalui agenda reses dan temu konstituen masa sidang III Tahun Anggaran 2025 di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Rabu (30/7/2025).

Didampingi aparat kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, APT mendengarkan langsung aspirasi warga yang didominasi keluhan soal sistem zonasi sekolah dan persoalan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Salah satu warga, Marwah, menyampaikan keresahan terkait sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK yang dinilai tidak konsisten.

Baca Juga : Pengawasan di Biringkanaya, Fauzi Andi Wawo Siapkan Program KK Binaan Bagi Konstituen PKB

Ia mencontohkan adanya anak yang tinggal dekat sekolah justru tidak lulus, sementara siswa dari lokasi lebih jauh justru diterima.

“Kami berharap pemerintah Sulsel lebih memprioritaskan anak yang benar-benar berdomisili dekat sekolah,” ungkap Marwah.

Menanggapi hal itu, Andre Tantamenjelaskan bahwa sistem zonasi saat ini tidak lagi menjadi satu-satunya penentu.

Baca Juga : Kadir Halid Ungkap Progres Stadion Sudiang dan Pembenahan Fasilitas CPI Makassar

“Sekarang penilaian juga berdasarkan nilai rapor dan hasil tes potensi akademik (TPA). Namun, keluhan ini jadi masukan penting untuk kami evaluasi di tingkat provinsi,” jelasnya.

Politisi milenial Partai NasDem ini, mengakui adanya potensi penyalahgunaan sistem, seperti manipulasi kartu keluarga (KK) demi kepentingan zonasi.

Olehnya itu, APT mengimbau para orang tua agar lebih fokus membina anak dalam belajar, bukan sekadar mengandalkan zonasi.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

“Saya harap orang tua tidak semata bergantung pada sistem zonasi, tapi mendukung anak agar meraih prestasi dan bisa masuk ke sekolah unggulan,” tegas Andre.

Sementara itu, Ahmad Baso, Ketua RT 01 Buloa, menyuarakan persoalan klasik yang belum tuntas, yakni minimnya armada pengangkut sampah. Kondisi ini menyebabkan penumpukan sampah di lorong-lorong warga.

“Gerobak sampah sangat kurang. Kami harap pemerintah bisa menambah armada, khususnya di Buloa,” ucap Ahmad.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

Terkait hal ini, Ketua Komisi C DPRD Sulsel itu menyatakan siap meneruskan aspirasi tersebut ke Pemerintah Kota Makassar.

Ia menegaskan bahwa urusan pengelolaan sampah memang menjadi kewenangan pemerintah kota, namun DPRD provinsi tetap akan ikut mendorong solusi cepat.

“Kita akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait di Pemkot. Masalah sampah ini menyangkut kualitas hidup warga, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....