SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menggelar kegiatan podcast bertajuk “Ngopi Sultan” bersama mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin, Kamis (31/7/2025).
Acara yang berlangsung di ruang perpustakaan Kanwil Kemenkum Sulsel ini mengangkat tema “Penyuluhan Hukum di Era Digital: Peranan dan Fungsi Penyuluh Hukum dalam Mencegah Pelanggaran Hukum Sejak Dini”.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Puguh Wiyono penyuluh hukum Madya dan Adly Azhari penyuluh hukum Muda. Podcast ini merupakan bagian dari upaya edukasi hukum kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif di dunia digital.
Baca Juga : Prestasi Pengelolaan Anggaran, Kanwil Kemenkum Sulsel Terbaik IKPA TA 2025
Narasumber pertama, Puguh Wiyono, menyampaikan pentingnya peran penyuluh hukum dalam era teknologi yang semakin canggih.
“Dengan adanya robot AI, berbagai profesi seperti penulis dan sejarawan berpotensi tergantikan. Namun, penyuluh hukum harus mampu mengembangkan diri secara profesional dan menanamkan norma sebagai hal yang tidak dapat tergantikan teknologi,” ungkapnya.
Puguh juga menekankan bahwa seorang penyuluh hukum harus berakhlak sesuai dengan core value ASN berakhlak. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pencegahan pelanggaran hukum sejak dini di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Baca Juga : Andi Basmal Ajak Notaris dan PPAT Perkuat Kebersamaan di Natal Oikumene
Sesi kedua oleh Adly Azhari yang membahas fenomena “No Viral No Justice” dan peran penyuluh hukum dalam memberikan edukasi UU ITE. Adly menjelaskan bagaimana penyuluh hukum berperan penting dalam menghadapi penyebaran berita hoax dan memberikan pemahaman yang benar tentang regulasi teknologi informasi.
Dalam paparannya, Adly juga mengulas peran Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) sebagai media penyediaan informasi hukum yang dapat diakses masyarakat. Platform ini menjadi sarana penting dalam mendukung edukasi hukum di era digital.
Kegiatan podcast ini mendapat respons positif. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi selatan, Andi Basmal dalam keterangannya, Sabtu(2/8), menyatakan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa KKN Unhas ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan edukasi hukum kepada masyarakat, terutama melalui media digital yang kini menjadi konsumsi utama generasi muda.
Baca Juga : Audiensi Kemenkum Sulsel dan Kejati Sulsel Fokus Layanan Publik dan Notaris
Andi Basmal juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif podcast edukasi hukum ini. “Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa KKN Unhas yang peduli terhadap edukasi hukum. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat,” ungkap Andi Basmal.
Andi Basmal juga menekankan pentingnya adaptasi metode penyuluhan hukum di era digital. Menurutnya, penggunaan platform podcast dan media digital lainnya menjadi strategi efektif untuk menyampaikan pesan hukum kepada generasi muda saat ini yang lebih familiar dengan teknologi.
“Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi-inovasi serupa dalam program penyuluhan hukum. Kerjasama dengan perguruan tinggi dan mahasiswa menjadi kunci sukses dalam menciptakan masyarakat yang sadar hukum,” pungkas Kakanwil Andi Basmal yang juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap program-program edukasi hukum kreatif oleh jajaran Kanwil Kemenkum Sulsel.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar