Logo Sulselsatu

Bank Sulselbar Dorong Pembukaan 1.100 Tabungan SimPel iB Bagi Santri Pondok Pesantren Al Amir Fil Jannah

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 21 Agustus 2025 15:59

Bulan Literasi Keuangan di Pondok Pesantren Al Amir Fil Jannah. Foto: Istimewa.
Bulan Literasi Keuangan di Pondok Pesantren Al Amir Fil Jannah. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSARBank Sulselbar berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2025 di Pondok Pesantren Al Amir Fil Jannah, Kabupaten Bone. (20/8/25).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung yang kemudian dirangkaikan dengan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2025 yang telah berlangsung sejak Mei di berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Ini juga sebagai wujud nyata pelaksanaan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan)yang bertujuan mendorong pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan secara bijak.

Baca Juga : Kepercayaan Masyarakat Meningkat, DPK Perbankan Tumbuh 5,71 Persen Jadi Rp149,77 Triliun

Direktur Pemasaran & Syariah Bank Sulselbar Dirhamsyah Kadir mengatakan, kegiatan dihadiri 1100 peserta terdiri dari santri, asatidz/asatidzah, serta pengurus yayasan dan berlokasi di halaman Ponpes Al Amir Fil Jannah.

“Penyelenggaraan HIM dan BLK tahun 2025 ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan inklusi keuangan, pembentukan ekosistem pesantren melalui pembukaan 1.100 rekening SimPel iB kepada Santri,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, Bank Sulselbar dalam kesempatan ini juga menenetapkan Agen Laku Pandai serta pemberian fasilitas KUR senilai Rp385 juta dan bantuan pembangunan pesantren melalui perbankan.

Baca Juga : OJK Dorong Digitalisasi Keuangan untuk Perkuat UMKM di Indonesia Timur

Dirhamsyah menjelaskan, sejalan dengan itu, BLK hadir untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan keuangan, baik konvensional maupun syariah.

“Kami percaya bahwa literasi keuangan yang baik akan melahirkan masyarakat yang lebih bijak dalam mengelola uang, lebih siap menghadapi risiko, dan lebih mandiri dalam membangun ekonomi keluarga maupun bangsa,” tambahnya.

Bank Sulselbar dalam program ini juga ingin menekankan pentingnya ekonomi syariah sebagai bagian dari solusi keuangan yang inklusif dan sesuai prinsip syariah.

Baca Juga : Jumlah Investor Pasar Modal Sulsel Naik 67,34 Persen, Reksa Dana Paling Diminati

Melalui slogan “Syariah First”, Bank Sulselbar berkomitmen menghadirkan layanan perbankan syariah yang mudah, amanah, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Di Kabupaten Bone, khususnya di lingkungan pesantren, kami berharap gerakan menabung ini bisa menjadi awal tumbuhnya generasi santri yang cerdas finansial, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurutnya, dengan menabung sejak dini, para santri akan terbiasa mengelola keuangan dan mampu berkontribusi lebih besar bagi masyarakat di masa depan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....