Logo Sulselsatu

Komisi III DPRD Soroti Penanganan Tumpahan Minyak, Desak Pemda Bentuk Tim Respon

Andi
Andi

Sabtu, 23 Agustus 2025 18:16

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, Luwu Timur – Insiden kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia Tbk yang terjadi di Kecamatan Towuti sejak Sabtu (23/8/2025) kini telah tertangani secara teknis oleh perusahaan. Namun, Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur menilai bahwa penanganan lingkungan pasca-kejadian ini perlu ditingkatkan dengan keterlibatan aktif Pemerintah Daerah.

PT Vale telah berhasil menghentikan aliran minyak pada hari ketiga kejadian. Rombongan tanggap darurat perusahaan, Emergency Response Group (ERG), turun ke lokasi untuk menghentikan kebocoran, melakukan mitigasi dengan oil boom dan oil trap, serta menutup jalur aliran minyak menggunakan valve.

Selain itu, tim dari Disaster Risk Reduction Center (DRRC) Universitas Indonesia turun langsung untuk melakukan investigasi lapangan. Mereka menduga aktivitas seismik atau pergerakan tanah menjadi penyebab kebocoran dan menganalisis dampak lingkungan untuk mitigasi bencana di masa mendatang.

Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur, tumpahan minyak telah mencemari hampir 50 hektar persawahan di Desa Lioka, Desai Matompi, dan Desa Timampu. Akibat pencemaran ini, sejumlah lahan pertanian harus ditunda pengelolaannya oleh petani untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Sementara itu, sumber lain menyebutkan luas sawah yang tercemar bisa mencapai sekitar 38 hektar.

Kerusakan ini tidak hanya mengancam produktivitas pertanian, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai hingga Rp169 miliar, dan pemulihan ekosistem yang diprediksi memerlukan waktu puluhan tahun.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Rivaldi, menyampaikan apresiasi terhadap upaya tanggap cepat yang dilakukan oleh PT Vale dan pihak eksternal. Namun, ia menekankan bahwa Pemerintah Daerah juga harus membentuk tim khusus penanggulangan bencana lingkungan yang bersifat resmi dan terkoordinasi.

“Seharusnya Pemda Lutim juga membentuk tim secara mandiri agar penanggulangan bencana ini lebih terstruktur dan transparan,” ujar Rivaldi, Kamis (28/8/2025).

Ia juga memastikan bahwa DPRD akan terus mendorong Pemda tetap fokus pada pemulihan dampak terhadap masyarakat, termasuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada kelompok tani terdampak.

Berbagai pihak telah dilibatkan dalam penanganan insiden ini, termasuk BPBD, DLH, TNI/Polri, serta BPBD Sulsel atas arahan Gubernur Sulsel yang mendesak agar PT Vale bertanggung jawab dan mempercepat pemulihan lingkungan.

Forum bersama antara Pemerintah Daerah dan PT Vale telah direncanakan untuk merumuskan kompensasi adil dan merata bagi warga terdampak. Langkah ini mencakup klasifikasi dampak terhadap sawah, kebun, dan sumber mata pencaharian lain, serta perpanjangan masa tanggap darurat hingga 12 September 2025.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Mei 2026 22:33
VIDEO: Aksi Demo di Flyover Makassar, Tolak Komersialisasi Pendidikan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2...
Sulsel02 Mei 2026 22:29
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menunjukkan komitmen dan perhatian serius Pemerintah Kota Parepare terhadap para p...
Nasional02 Mei 2026 19:50
OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...
Video02 Mei 2026 19:49
VIDEO: Prabowo Tanyakan Manfaat MBG ke Buruh saat May Day di Monas
SULSELSATU.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung program MBG saat peringatan May Day. Pernyataan itu disampaikan di kawasan Monumen Nasiona...