Logo Sulselsatu

DPRD Sulsel Ikut Bahas Harmonisasi Produk Hukum Daerah di Rakornas Kendari

Asrul
Asrul

Kamis, 28 Agustus 2025 09:42

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, KENDARI – Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, bersama Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulsel, Saharuddin, hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda).

Acara yang berlangsung di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Rabu (27/8/2025), mengangkat tema “Produk Hukum Daerah untuk Kemudahan Investasi dan Pemantapan Asta Cita” dengan tagline “Produk Hukum Daerah Berkualitas, Investasi Mudah, Asta Cita Mantap.”

Rakornas ini dilaksanakan pada 26–28 Agustus 2025 dan dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

Dalam arahannya, Tito menegaskan pentingnya harmonisasi regulasi di daerah agar mampu mendorong investasi sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif.

Menurutnya, produk hukum yang sinkron dengan kebijakan nasional akan berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menyambut baik pelaksanaan rakornas ini. Ia menilai forum tersebut memberikan banyak rekomendasi penting terkait pembentukan peraturan daerah yang berpihak pada kepentingan pembangunan.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

“Rakornas ini memberi masukan bagaimana perda bisa menjadi instrumen dalam mendorong kemandirian fiskal, memudahkan investasi, dan memperkuat UMKM dengan regulasi yang tepat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Sulsel, Saharuddin, menekankan perlunya produk hukum yang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar produktif dan selaras dengan kebutuhan daerah.

“Produk hukum harus memberi kepastian dan manfaat, bukan sekadar menambah jumlah perda yang tidak efektif,” ujar politisi PPP itu.

Baca Juga : Sufriadi Arif Terima Aspirasi Mahasiswa soal Karhutla, Sembilan Tuntutan Bakal Diteruskan

Ia menambahkan, keterlibatan sektor swasta, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin), menjadi bukti bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam memperkuat iklim investasi di daerah.

“Sinkronisasi antara pusat, daerah, dan dunia usaha mutlak diperlukan agar regulasi yang lahir benar-benar relevan dengan tantangan pembangunan saat ini,” tegas Saharuddin.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan29 Oktober 2026 10:19
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding di Parepare dan Sidrap
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengedukasi pelajar SMKN 2 Parepare dan SMKN 3 Sidrap tentang keselamatan berkendara....
News29 Oktober 2026 09:32
Warga Loeha Raya Desak Gakkum Usut Tuntas Pembakaran Hutan
Kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan kawasan Loeha Raya, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, diduga kuat bukan sekadar dampak kemarau....
News29 Oktober 2026 08:52
PLN Perkuat Kelistrikan Luwu Timur Lewat GITET 275 kV Wotu
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyelesaikan rekonfigurasi dan pemberian tegangan (energize) jaringan tegangan ekstra tinggi d...
Bisnis29 Oktober 2026 08:35
Geely Luncurkan Coolray di GIIAS Makassar 2026, Dilengkapi ADAS 2 dan Kamera 540 Derajat
Geely Auto Indonesia memperkenalkan Geely Couray, model SUV pertamanya di Indonesia, dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Ma...