SULSELSATU.com, MAKASSAR – Mengembangkan ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) yang inklusif dan berkelanjutan, Bank Indonesia Sulsel (BI Sulsel)
menyelenggarakan “Capacity Building Koperasi Pondok Pesantren Sulawesi Selatan”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2025, yang diinisiasi untuk memperkuat sinergi antarstakeholder dalam mendorong kemandirian ekonomi syariah berbasis pesantren.
Asisten Direktur BI Sulsel Dhony Iwan Kristanto hadir membuka acara yang berlangsung pada Kamis (23/10/2025) di Hyatt Place Makassar.
Baca Juga : BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
“Pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan pesantren melalui koperasi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi umat,” ujar saat menbuka acara.
Kegiatan dilanjutkan dengan Sesi Diskusi Panel yang menghadirkan para narasumber dan praktisi berpengalaman di bidang koperasi dan pemberdayaan ekonomi syariah.
Ada Abdur Rohman selaku Pengurus Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa
Timur. Muhammad Nurfitrani sebagai Perwakilan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), kemudian Dr. Nirwan Dahyar selaku Ketua Koperasi Cahaya Phinisi Nusantara, Bank
Sulselbar.
Baca Juga : Terinspirasi Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, Netzme Hadirkan Numofest di Makassar
Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan wawasan praktis tentang penguatan kelembagaan, tata kelola usaha, serta strategi pengembangan koperasi berbasis pesantren.
Capacity building ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta, termasuk 16 peserta dari Pondok Pesantren binaan BI Sulsel.
Turut hadir perwakilan dari HEBITREN Sulawesi Selatan dan berbagai pesantren di wilayah Makassar, Maros, dan Gowa.
Baca Juga : Asbisindo Sulsel Kolaborasi Bersama BI dan OJK Perkuat SDM Perbankan Syariah
Melalui kegiatan Capacity Building ini, diharapkan para pengurus koperasi pesantren
dapat memperkuat literasi bisnis syariah, memperluas jejaring dan akses pembiayaan syariah, serta meningkatkan kontribusi pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi Bank Indonesia dalam memperkuat peran pesantren sebagai bagian integral dari ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Selatan, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar