Logo Sulselsatu

7 Dosen Unismuh Bakal Lanjut Program Doktor di Universitas Muhammadiyah Malaysia

Asrul
Asrul

Jumat, 21 November 2025 19:08

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) kembali memperkuat komitmennya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelepasan tujuh dosen untuk melanjutkan studi doktoral di Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

Program pendidikan doktoral ini dijadwalkan dimulai pada Desember 2026 dan diharapkan menjadi salah satu fondasi percepatan mutu akademik kampus.

Ketujuh dosen yang diberangkatkan berasal dari beragam bidang ilmu, yakni Sandi Pratama, (FAI), Desy Ayu Andhira, Fahrunnisa, Uyun Nasriah Hambali, dan Hijrah, (FKIP), Nurmin D (FT), serta M. Hidayat, (FEB). Kehadiran mereka diharapkan memperkuat kapasitas akademik fakultas masing-masing setelah menyelesaikan studi.

Baca Juga : Unismuh Makassar Gelar Jalan Sehat Semarak Milad ke-63, Ribuan Peserta Ikut Meriahkan

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa pengiriman dosen ke luar negeri bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan strategi institusional untuk mendorong Unismuh bergerak menuju standar pendidikan tinggi yang lebih tinggi.

Menurut Rektor, UMAM dipilih karena memberikan kombinasi unik antara nilai-nilai Muhammadiyah dan standar akademik perguruan tinggi luar negeri. Hal ini dianggap penting untuk mendorong dosen Unismuh beradaptasi dengan kultur akademik global, tanpa kehilangan karakter keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi identitas institusi.

“Kita ingin para dosen merasakan langsung atmosfer akademik internasional yang menuntut disiplin, keluasan wawasan, dan kemampuan riset yang kuat. Harapannya, setelah tiga tahun kembali, mereka tidak hanya membawa gelar doktor, tetapi juga pengalaman dan budaya akademik baru yang bisa ditularkan kepada sivitas akademika,” ujar Dr. Abd Rakhim Nanda.

Baca Juga : Pelantikan Pejabat Struktural Unismuh Jadi Momentum Penguatan I-GIFT dan Budaya Amanah

Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar di lingkungan multikultural seperti UMAM akan memberikan nilai tambah penting bagi dosen-dosen muda. Interaksi dengan mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara, menurutnya, dapat memperluas cara pandang dan memperkuat jejaring akademik, yang pada akhirnya berdampak positif pada mutu pembelajaran di Unismuh.

“Transformasi mutu perguruan tinggi tidak mungkin terjadi tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, penugasan studi lanjut seperti ini bukan hanya program, tetapi investasi akademik yang memang tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Wakil Rektor I bidang Akademik, Prof. Andi Sukri Syamsuri, menambahkan bahwa studi doktoral para dosen ini memiliki dampak langsung terhadap arah pengembangan akademik Unismuh.

Baca Juga : Dua Profesor Jepang Akan Berkuliah Tamu di Unismuh, Buka Peluang Riset dan Pertukaran Mahasiswa

Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah doktor merupakan syarat dasar untuk memperkuat kultur riset, kolaborasi ilmiah, dan kapasitas publikasi di Unismuh.

Menurut Prof. Andis, sapaan akrab Warek I Unismuh, salah satu tantangan besar perguruan tinggi saat ini adalah menciptakan budaya riset yang berkelanjutan. Keberadaan lebih banyak doktor, dianggap sebagai modal penting untuk mendorong transformasi tersebut.

“Kita membutuhkan dosen yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menghasilkan pengetahuan. Dengan studi di UMAM, para dosen akan memperoleh pengalaman riset yang lebih sistematis dan terstruktur, sehingga sekembalinya mereka nanti dapat menggerakkan ekosistem riset di fakultas masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga : Asesor LAM-PTKes Visitasi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Unismuh Makassar

Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, turut melepas para dosen Unismuh yang akan melanjutkan studi di UMAM. Ia menyampaikan bahwa penguatan kapasitas doktor merupakan salah satu agenda strategis Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Andy menilai keberangkatan dosen-dosen Unismuh sebagai langkah yang sejalan dengan upaya Muhammadiyah membangun ekosistem riset yang lebih kuat di lingkungan perguruan tinggi persyarikatan.

Menurut Andy, internasionalisasi dan peningkatan kualitas dosen adalah prasyarat penting untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat regional dan global.

Baca Juga : Unismuh Makassar dan Kemendiktisaintek Perkuat Ekosistem Publikasi Ilmiah

Dengan pemberangkatan tujuh dosen pada tahun ini, Unismuh Makassar berharap dapat memperkuat fondasi akademik kampus dalam beberapa tahun mendatang. Kehadiran lebih banyak doktor diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan inovasi pembelajaran.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...