Logo Sulselsatu

Anis Matta Ajak Kader Gelora Siaga Hadapi Gejolak Geopolitik Global

Asrul
Asrul

Selasa, 27 Januari 2026 11:27

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang juga Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu akan berdampak langsung terhadap situasi politik dan keamanan nasional Indonesia.

Peringatan tersebut disampaikan Anis Matta saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi DPP dan DPW Partai Gelora bertema Siaga Gelora untuk Indonesia yang digelar secara daring pada Sabtu malam, 24 Januari 2026.

Menurut Anis Matta, dunia saat ini sedang memasuki fase transisi besar yang menandai berakhirnya tatanan global lama. Salah satu indikasinya, kata dia, terlihat dari berbagai peristiwa internasional yang mencerminkan melemahnya hukum dan institusi global.

Baca Juga : Partai Gelora Sulsel Teguhkan Kepemimpinan Solutif Lewat Leaders Meet Up di Tiga Zona

“Penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengawali satu situasi yang bisa kita katakan bahwa tatanan dunia lama benar-benar sudah berakhir,” ujar Anis Matta dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Ia menilai, peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai organisasi multilateral semakin tidak efektif dalam menyelesaikan konflik global. Akibatnya, dunia menghadapi kondisi tanpa kepastian hukum internasional.

“Tidak ada lagi tatanan yang mengikat. Yang muncul adalah situasi tidak terkendali, penuh kekecewaan, dan tanpa penyelesaian yang sistematis. Ujungnya bisa mengarah pada perang dunia,” tegasnya.

Baca Juga : GELORA Sulsel Optimis Rebut 7 Kursi DPRD di Pileg 2029

Dalam masa transisi tersebut, Anis Matta menyoroti langkah Amerika Serikat sebagai negara adidaya yang menerapkan doktrin baru demi menjaga kepentingan keamanan nasionalnya.

“Amerika Serikat ingin mengontrol seluruh kawasan di Benua Amerika dan wilayah lain agar jalur logistik serta investasi mereka tetap aman,” katanya.

Ia mencontohkan wacana penguasaan Greenland yang dinilai sebagai upaya untuk menekan pengaruh Rusia sekaligus membatasi ruang investasi China di kawasan strategis tersebut.

Baca Juga : Gelora Sulsel Bakal Rancang Pola Pemenangan Prabowo Presiden

“Tata kelola dunia yang dulu berbasis aturan, sekarang sudah tidak ada. Tidak ada hukum internasional yang benar-benar dihormati,” ujar Anis Matta.

Lebih jauh, ia memprediksi akan terjadi gelombang destabilisasi di berbagai kawasan dunia yang bertujuan mengganggu iklim investasi China yang terus berkembang. Asia Tenggara, menurutnya, berpotensi menjadi salah satu wilayah sasaran.

“Saya kira bagian akhir dari upaya destabilisasi ini adalah Asia Tenggara. Di sini ada 10 negara, termasuk Indonesia. Konflik Kamboja–Thailand yang bersinggungan dengan kawasan sekitar China itu baru permulaan,” ungkapnya.

Baca Juga : Anis Matta Pimpin Partai Gelora Deklarasi Prabowo Capres 2024

Anis Matta menilai tahun 2026 akan menjadi periode yang berat bagi Indonesia karena meningkatnya tensi konflik kawasan. Namun demikian, ia menekankan pentingnya membaca peluang strategis di tengah situasi global yang penuh tantangan.

“Kalau kita melihat peta Indonesia, sesungguhnya masa depan kita adalah Dunia Islam. Umat Islam di dunia mencapai sekitar dua miliar jiwa,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa volume perdagangan Indonesia dengan negara-negara Dunia Islam bahkan lebih besar dibandingkan dengan China, Eropa, maupun Amerika Serikat.

Baca Juga : Anis Matta Ungkap Ada Empat Perspektif Upaya Saling Bongkar Kasus Jelang Pilpres 2024

“Karena itu keterlibatan Indonesia dengan Dunia Islam menjadi sangat penting, termasuk dalam upaya penyelesaian konflik Somalia–Somaliland yang berkaitan dengan jalur distribusi strategis,” ujarnya.

Terkait keterlibatan Indonesia dalam Badan Perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Anis Matta menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya mencegah eskalasi konflik Palestina–Israel yang berpotensi memicu perang global.

“Perang 12 hari antara Iran dan Israel kemarin saja sudah menimbulkan kekhawatiran besar, karena kedua negara memiliki kekuatan nuklir. Iran juga dekat dengan Pakistan dan Rusia yang sama-sama negara nuklir,” jelasnya.

Selain mendorong kemerdekaan Palestina dan menghentikan genosida, keikutsertaan Indonesia dalam badan tersebut, menurut Anis Matta, bertujuan menekan Israel agar mematuhi aturan dan tidak memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.

“Situasi yang tidak terkendali di Palestina dan Timur Tengah bisa menjadi pemicu perang dunia yang jauh lebih besar dibandingkan perang di Ukraina,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia harus diarahkan untuk mengubah kawasan konflik menjadi wilayah pembangunan dan perdamaian.

Menutup arahannya, Anis Matta mengajak seluruh kader Partai Gelora untuk bersiaga menghadapi dinamika global dengan narasi yang kuat dan sikap yang adaptif.

“Saya tekankan, ini akan menjadi tahun yang berat bagi kita semua. Tapi kita harus sadar, tidak semua tantangan itu ancaman, bisa jadi peluang. Sebaliknya, tidak semua peluang benar-benar peluang, bisa saja jebakan. Karena itu kita harus menyiapkan diri menghadapi goncangan yang akan datang,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....
News28 Januari 2026 17:53
Cetak Prestasi Gemilang, Kalla Toyota Dinobatkan Jadi Role Model Company di KALLA Award 2025
KALLA kembali menggelar ajang penghargaan KALLA AWARD 2025, sebagai bentuk apresiasi tinggi bagi unit bisnis di bawah naungan KALLA....
Pendidikan28 Januari 2026 17:32
SD Islam Athirah 2 Gelar Trial Class, Diikuti 79 Anak TK
SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga sukses menggelar kegiatan Trial Class yang melibatkan siswa dari TK Amaliyah BLKI, TK Negeri Manggala, dan TK Islam At...