SULSELSATU.com, SIDRAP — Festival Nene Mallomo ke-3 kembali digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi yang semakin kuat.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Jumat (3/4/2026), tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendorong pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter generasi muda melalui seni dan tradisi.
Festival yang digagas Sanggar Seni Pajjoge Andino ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pertunjukan seni, ekspresi budaya lokal, lomba permainan tradisional, hingga kelas warisan budaya bagi pelajar.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, saat membuka festival menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan yang memberi ruang kreativitas bagi generasi muda, khususnya di bidang seni dan budaya.
“Sebagai pemerintah daerah, kami tentu memberikan dukungan penuh. Sanggar seni seperti Pajjoge Andino menjadi wadah penting bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus membentuk karakter melalui seni dan budaya,” ujarnya.
Baca Juga : Turnamen Domino Nene Mallomo Bupati Cup II 2026 Berakhir, Dev Walet/Dce Tekuk Wakil Parepare
Menurutnya, budaya tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh budaya luar.
“Kita ingin kebudayaan, adat, dan permainan tradisional tetap hidup dan dikenal oleh generasi sekarang. Warisan leluhur harus kita jaga dan diwariskan kepada anak cucu dalam keadaan yang tetap bermartabat,” katanya.
Syaharuddin juga menilai kegiatan seperti festival budaya memiliki peran penting dalam membentuk mental generasi muda. Melalui lomba dan pertunjukan seni, anak-anak belajar tentang kerja keras, sportivitas, dan semangat berprestasi.
Festival Nene Mallomo ke-3 juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana, yaitu skema pendanaan kebudayaan yang bertujuan mendukung kegiatan budaya secara berkelanjutan.
Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Rinawati Idrus, yang hadir mewakili Kementerian Kebudayaan, mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah dan komunitas seni dalam menjaga kebudayaan daerah.
“Dana Indonesiana merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem kebudayaan. Kami berharap program ini dapat terus mendorong pelestarian dan pengembangan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkab Sidrap Bahas Ekspansi PLTB 75 MW Bersama PT Barito Wind Energy
Pembukaan festival turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta tenaga pendidik. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui Festival Nene Mallomo ini, pemerintah daerah berharap kesadaran generasi muda terhadap budaya lokal semakin meningkat sehingga identitas dan jati diri daerah tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar