SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat sinergi dengan perusahaan pelayaran nasional dan internasional guna membangun jaringan logistik yang lebih terintegrasi dan efisien.
Upaya tersebut dilakukan melalui Coffee Session bertema Strategic Business Discussion yang digelar di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Selasa (5/8/2026).
Forum ini menjadi wadah diskusi antara Pelindo dan para pengguna jasa pelabuhan untuk menyelaraskan implementasi Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP), program transformasi yang dirancang memperkuat konektivitas antarpelabuhan sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional.
Baca Juga : IPCM Kawal Sandar Perdana Kapal Panamax MSC Bremerhaven V di Patimban
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Farid Padang, Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, serta perwakilan sejumlah perusahaan pelayaran, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), PT Tanto Intim Line, PT Meratus Line, dan SITC.
Direktur Komersial Pelindo Farid Padang.mengatakan, transformasi melalui PINP tidak hanya berfokus pada pembentukan jaringan pelayaran baru, tetapi juga membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha.
“Melalui forum seperti ini kami ingin memastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan Pelindo dibangun bersama para pengguna jasa. Kolaborasi merupakan kunci untuk menciptakan jaringan logistik yang lebih andal, meningkatkan kepastian jadwal pelayaran, sekaligus menekan biaya logistik nasional,” ujar Farid.
Baca Juga : Pelindo Jasa Maritim Dengar Keluhan Pelanggan Lewat Customer Engagement Wilayah 4
Ia menjelaskan, implementasi PINP yang ditargetkan mulai berjalan tahun ini diarahkan untuk mengurangi ketidakseimbangan arus muatan (imbalance cargo) melalui jaringan pelayaran terintegrasi, konsolidasi muatan, kepastian jadwal kapal, serta skema insentif bagi perusahaan pelayaran yang mampu meningkatkan koefisien muat.
Menurut Farid, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara Pelindo, perusahaan pelayaran, dan pemilik barang. Karena itu, Pelindo terus melakukan roadshow dan diskusi dengan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari persiapan implementasi.
Sementara itu, Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis menilai kawasan timur Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi PINP karena menjadi salah satu simpul penting jaringan logistik nasional.
Baca Juga : Pelindo Perkuat Kepemimpinan General Manager Regional 4 Lewat Upskilling Program
“Pelindo Regional 4 siap menjadi mitra strategis bagi seluruh pengguna jasa dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif transformasi yang sedang dijalankan perusahaan. Kami ingin memastikan seluruh perubahan yang dilakukan mampu memberikan kemudahan operasional, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan,” kata Abdul Azis.
Ia menambahkan, masukan dari perusahaan pelayaran menjadi bagian penting dalam penyempurnaan implementasi berbagai program transformasi agar kebijakan yang diterapkan menjawab kebutuhan industri.
Apresiasi juga disampaikan Branch Manager Makassar PT Meratus Line Ngurah Gede Santha Dharma. Menurutnya, forum tersebut membuka ruang komunikasi yang lebih efektif antara operator pelabuhan dan pengguna jasa.
Baca Juga : Pelindo Regional 4 Perkuat Kolaborasi Karyawan Lewat Program Break The Silo
“Forum seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan masukan secara langsung sekaligus memahami arah transformasi yang sedang dijalankan Pelindo,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, Pelindo berharap kolaborasi dengan perusahaan pelayaran semakin kuat sehingga implementasi transformasi layanan kepelabuhanan dapat berjalan lebih cepat.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarpelabuhan, meningkatkan utilisasi terminal, menghadirkan kepastian jadwal kapal, menekan biaya logistik nasional, serta meningkatkan daya saing sektor pelayaran Indonesia.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar