Logo Sulselsatu

Kepercayaan Masyarakat Meningkat, DPK Perbankan Tumbuh 5,71 Persen Jadi Rp149,77 Triliun

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 06 Agustus 2026 15:07

Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin saat journalist update. Foto: Istimewa.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin saat journalist update. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp149,77 triliun, tumbuh 5,71 persen secara tahunan (year on year/yoy). Saat

Peningkatan DPK tersebut mencerminkan semakin besarnya dana masyarakat yang tersimpan di perbankan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, pertumbuhan DPK menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

Baca Juga : OJK Dorong Digitalisasi Keuangan untuk Perkuat UMKM di Indonesia Timur

“Berdasarkan data OJK, komposisi DPK di Sulsel masih didominasi tabungan sebesar Rp92,03 triliun atau 61,45 persen dari total DPK. Selanjutnya deposito mencapai Rp33,96 triliun atau 22,68 persen, sedangkan giro sebesar Rp23,77 triliun atau 15,87 persen.

Selain penghimpunan dana masyarakat yang terus meningkat, kinerja perbankan juga ditopang pertumbuhan aset dan penyaluran kredit.

Hingga Juni 2026, total aset perbankan Sulawesi Selatan mencapai Rp214,32 triliun, tumbuh 5,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga : Jumlah Investor Pasar Modal Sulsel Naik 67,34 Persen, Reksa Dana Paling Diminati

Sementara itu, kredit yang disalurkan mencapai Rp176,30 triliun, atau meningkat 5,27 persen secara tahunan.

Muchlasin menilai, penghimpunan dana yang terus bertumbuh memberi ruang bagi perbankan untuk memperluas pembiayaan kepada masyarakat dan dunia usaha.

“Semakin besar dana masyarakat yang berhasil dihimpun, semakin besar pula kapasitas perbankan dalam mendukung pembiayaan sektor produktif. Hal ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Baca Juga : OJK Bersama Komdigi dan Perbankan Bersatu Berantas Judi Online dan Scam

OJK juga mencatat fungsi intermediasi perbankan masih berjalan baik dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 117,71 persen.

Sementara kualitas kredit tetap terjaga dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,70 persen, masih dalam kategori terkendali.

Dari sisi penyaluran kredit, porsi terbesar masih didominasi kredit produktif sebesar Rp91,89 triliun atau 52,28 persen. Adapun kredit konsumsi mencapai Rp82,50 triliun atau 47,72 persen.

Baca Juga : Risk and Governance Summit 2026, OJK Dorong Tata Kelola dan Manajemen Risiko Dukung Ekonomi Berkelanjutan

OJK berharap pertumbuhan penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit yang tetap sehat dapat terus mendukung peningkatan investasi, konsumsi, serta aktivitas usaha sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan secara berkelanjutan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan06 Agustus 2026 14:34
Munafri: PSEL Proyek Strategis Nasional Kami Dijalankan, Lokasi Masih Dimatangkan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan Pemerintah Kota Makassar tetap membuka ruang dialog dengan masyarak...
Otomotif06 Agustus 2026 14:07
SJAM Siapkan 5 Motor Gratis untuk Konsumen yang Transaksi Selama Juli dan Agustus 2026
PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) selaku main dealer Yamaha Indonesia wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menghadirkan program "Beli...
Bisnis06 Agustus 2026 12:06
PANDE EMAS Jadi Langkah Pegadaian Kanwil VI Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (Sulselbarra Maluku) mendorong kemandirian eko...
News06 Agustus 2026 11:51
Akses Hauling Pomalaa Terganggu, Potensi Kerugian Negara dan Ekonomi Kolaka Jadi Taruhan
Ketegangan di kawasan pertambangan Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai sengketa batas lahan a...