SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sebanyak lima anggota geng motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap usai membacok bocah berusia 13 tahun. Polisi mengungkap aksi pembacokan tersebut diduga dipicu motif dendam terhadap korban.
“Hasil interogasi pada pelaku, motifnya adalah dendam dengan korban,” ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana saat konferensi pers di Kantornya, Selasa (12/5/2026).
Arya menyebut para pelaku mengakui memiliki dendam terhadap korban sebelum melakukan penyerangan. Selain itu, para pelaku juga diketahui membawa sejumlah senjata tajam dan busur saat beraksi menggunakan sepeda motor.
Baca Juga : Kapolrestabes Makassar Perintahkan Tembak di Tempat Geng Motor yang Ancam Nyawa Warga
“Ada yang membawa senjata tajam, ada yang bawa busur, dengan menggunakan motor, ini memang sudah direncanakan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap korban karena motif dendam itu,” ungkapnya.
Sebelumnya, aksi pembacokan brutal itu terjadi di Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, pada Minggu (10/5) dini hari. Polisi telah menangkap lima pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka.
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengungkapkan korban dibacok saat sedang berkumpul bersama teman-temannya tepi jalan Ablam.
Baca Juga : Bocah 13 Tahun Dibacok Geng Motor di Ablam Makassar, 5 Pelaku Ditangkap-2 Buron
Saat itu, sekelompok geng motor yang menggunakan sekitar empat sepeda motor tiba-tiba datang lalu langsung menyerang korban.
“Untuk kronologinya sendiri, berdasarkan keterangannya (korban) sedang duduk-duduk nongkrong. Lalu datanglah sekelompok geng motor ini, ada 4 motor yang datang dan langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap korban,” tuturnya.
Arya menyebut para pelaku menyerang korban dan teman-temannya menggunakan parang. Ketika situasi mencekam itu terjadi, teman-teman korban berupaya kabur menyelamatkan diri. Namun nahas, korban terjatuh dan terkena tebasan senjata tajam pada bagian punggung.
Baca Juga : Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Beri Penghargaan kepada Personel Berprestasi
“(pelaku melakukan kekerasan ke korban) dengan mengayungkan parang. Ini teman-teman korban lalu kabur, tetapi korban terjatuh, sehingga korban terkena sabetan senjata tajam di bagian punggung,” jelasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News
