Logo Sulselsatu

OJK Gandeng Australia Tingkatkan Penanganan Penipuan Keuangan Digital

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 12 Mei 2026 15:20

OJK kerja sama Australia perkuat penanganan penipuan keuangan digital. Foto: Istimewa.
OJK kerja sama Australia perkuat penanganan penipuan keuangan digital. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTAOtoritas Jasa Keuangan memperkuat kerja sama dengan Australia dalam menangani praktik penipuan (scam) di sektor jasa keuangan yang terus berkembang lintas negara dan memanfaatkan teknologi digital.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam kegiatan Australia-Indonesia Anti-Scam Workshop yang digelar di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan praktik scam saat ini bergerak sangat cepat dan berkembang dalam skala besar.

Baca Juga : OJK Sulselbar Edukasi Keuangan 370 Pelajar dan Mahasiswa di Sulawesi Barat

“Scam bergerak dengan sangat cepat, berkembang dalam skala besar, dan memanfaatkan celah di antara sistem maupun yurisdiksi antarnegara. Oleh karena itu, kerja sama lintas negara bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan,” ujar Dicky.

Menurutnya, ancaman scam dan fraud kini telah berkembang menjadi risiko sistemik terhadap kepercayaan masyarakat pada sistem keuangan.

Ia menjelaskan, scam tidak lagi bersifat insidental atau terbatas pada satu sektor, melainkan telah berkembang lintas sektor dan lintas negara dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan celah antarsistem.

Baca Juga : Program EKI OJK Bantu Nelayan Pesisir di Mamuju Tengah Kelola Keuangan dan Akses Pembiayaan

OJK mencatat laporan terkait scam dan fraud di sektor jasa keuangan di Indonesia meningkat signifikan hingga lebih dari 530 ribu kasus dalam waktu relatif singkat.

“Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kapasitas, koordinasi, dan respons yang lebih terstruktur dalam penanganan scam,” katanya.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, OJK bersama kementerian dan lembaga terkait memperkuat koordinasi melalui Satgas PASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Baca Juga : OJK dan ILO Luncurkan Sistem Digital untuk Perluas Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

Sejumlah langkah percepatan penanganan scam telah dilakukan, mulai dari pemblokiran rekening, nomor telepon, hingga penutupan situs yang diduga digunakan untuk aktivitas penipuan keuangan.

“Deteksi dini, tindakan yang lebih cepat, dan pencegahan kerugian sebelum meluas menjadi prioritas,” ujar Dicky.

OJK menerapkan empat pendekatan utama dalam penanganan penipuan transaksi keuangan, yakni pencegahan, deteksi, disrupsi, dan penegakan hukum.

Baca Juga : OJK Gandeng TPAKD Mamuju Dorong Literasi Keuangan Nelayan dan UMKM Daerah Pesisir

Pada aspek pencegahan, OJK fokus meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat serta memperkuat kapasitas frontliner melalui pemanfaatan teknologi.

Sementara pada aspek deteksi, OJK mendorong penggunaan data, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), dan early warning system untuk mendeteksi potensi penipuan lebih cepat.

Di sisi lain, pada aspek disrupsi, OJK bersama pemangku kepentingan berupaya mempercepat pemblokiran rekening dan menghentikan aliran dana hasil penipuan.

Baca Juga : OJK Gandeng PKK Perkuat Literasi Keuangan Perempuan untuk Dorong Kesejahteraan Keluarga

Sedangkan dalam aspek penegakan hukum, OJK memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan adanya efek jera bagi pelaku scam.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari itu menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, seperti Australian Treasury, Australian Competition and Consumer Commission (ACCC), Australian Securities and Investments Commission (ASIC), Australian Federal Police, Bank Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, serta sejumlah pelaku industri keuangan dan telekomunikasi.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta secara luring dari kementerian, lembaga anggota Satgas PASTI, industri jasa keuangan, dan industri telekomunikasi, serta 100 peserta daring dari Satgas PASTI daerah dan Kantor OJK daerah.

Melalui pertukaran pengalaman dan studi kasus penanganan scam dalam workshop tersebut, kerja sama Indonesia dan Australia diharapkan semakin memperkuat pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar16 Juni 2026 19:18
Kalla Toyota Gelar Car Meet di Makassar, Hadirkan Fitra Eri hingga Om Mobi
Kalla Toyota kembali menghadirkan kegiatan bagi pecinta otomotif melalui acara Car Meet yang akan berlangsung di Kalla Toyota Urip Sumoharjo, Makassar...
Video16 Juni 2026 18:52
VIDEO: Gempa M6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
SULSELSATU.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah. Kejadian pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB. Gem...
News16 Juni 2026 17:31
Kemenekraf, Indosat, dan Adobe Kolaborasi Dorong Kreator Indonesia Ubah Kreativitas Jadi Peluang
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), dan Adobe berkolaborasi untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif In...
Pendidikan16 Juni 2026 16:05
PLN UIP Sulawesi Dukung Pendidikan Inklusif Bagi Anak Disabilitas di SLB Negeri 1 Sidrap
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memberikan dukungan kepada SLB Negeri 1 Sidrap melalui penyediaan sarana pembelajaran edukatif ...