SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diperkirakan semakin mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja.
Di tengah perubahan tersebut, kemampuan manusia seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, empati, dan kepemimpinan dinilai tetap menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan.
Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Makassar Marketing Festival (MMF) 2026 Campus Day yang digelar di Kalla Institute, Makassar, dengan mengusung tema “Future-Ready Leaders: Human + AI”.
Baca Juga : Penjualan Kalla Toyota Tembus 12.558 Unit hingga Juli 2026
Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda tahunan MarkPlus Institute dan Marketeers Event ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, serta praktisi untuk membahas perkembangan industri, transformasi teknologi, hingga kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan.
Rektor Kalla Institute Syamril mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan tersebut.
Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi yang menjadi keunggulan manusia.
Baca Juga : OPDIS SD Islam Athirah Makassar Audiensi Bersama Wali Kota, Dorong Pilah Sampah di Sekolah
“AI akan menjadi bagian dari kehidupan dan dunia kerja di masa depan. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan yang tidak dapat digantikan teknologi, seperti empati, kolaborasi, dan pengambilan keputusan,” ujar Syamril.
Menurutnya, mahasiswa juga perlu memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kepemimpinan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Dalam kegiatan tersebut, Dean of MarkPlus Institute Ardhi Ridwansyah turut membahas perubahan tren pemasaran serta kompetensi yang dibutuhkan di era digital.
Baca Juga : Kebakaran di NIPAH PARK Padam Kurang dari 30 Menit, Mal Kembali Beroperasi Normal
Kemampuan beradaptasi dinilai menjadi salah satu faktor penting bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan industri yang berlangsung semakin cepat.
Makassar Marketing Festival 2026 juga menghadirkan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara Dr. Andi Lukman.
Ia menekankan pentingnya sinergi perguruan tinggi dengan industri untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga : Kalla Toyota Trust Catat Rekor Penjualan, Permintaan Meluas hingga Sulbar dan Sultra
Melalui sesi diskusi, mahasiswa mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan para narasumber mengenai perkembangan dunia kerja, kebutuhan industri, peluang karier baru, serta keterampilan yang perlu dipersiapkan sejak berada di bangku kuliah.
Makassar Marketing Festival 2026 Campus Day juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MarkPlus dan Kalla Institute sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan mitra strategis.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem inovasi.
Baca Juga : Kalla Institute Dampingi UMKM Sambusa di Pangkep Go Digital dan Tingkatkan Produksi
Kolaborasi perguruan tinggi dan industri diharapkan dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan kondisi dunia kerja.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami perkembangan dan kebutuhan industri.
Selain mengikuti berbagai sesi pembahasan, peserta Makassar Marketing Festival 2026 mendapatkan Certificate of Attendance, wawasan mengenai perkembangan industri, informasi peluang kerja dan karier, serta kesempatan memperluas jejaring dengan akademisi maupun praktisi.
Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut, Kalla Institute terus mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang mampu beradaptasi, berinovasi, serta memanfaatkan perkembangan AI untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar