SULSELSATU.com, LUWU – Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling berkapasitas 2×5 Megawatt (MW) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, resmi mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Sertifikat untuk Unit 1 dan Unit 2 tersebut diterbitkan pada Selasa (11/8/2026). Capaian ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum PLTM Salu Noling memasuki operasi komersial atau Commercial Operation Date (COD).
PLTM Salu Noling dikembangkan oleh PT Tiara Tirta Energi dengan memanfaatkan potensi energi air. Pembangkit ini diharapkan dapat menambah pasokan energi bersih dan memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Selatan.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Raih Predikat Memuaskan Audit SMK3 dengan Nilai 90,36 Persen
SLO menjadi bukti bahwa instalasi pembangkit telah memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan. Kedua unit juga dinyatakan laik untuk dioperasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan sertifikat yang diterbitkan, Unit 1 memiliki kapasitas terpasang 5.800 kilowatt (kW). Kapasitas mampu netto unit tersebut mencapai 5.750 kW.
Sementara Unit 2 memiliki kapasitas terpasang 5.800 kW. Kapasitas mampu netto mencapai 5.787 kW.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Bekali UMKM Bantaeng Strategi Pemasaran Digital
Kedua SLO berlaku selama lima tahun. Masa berlaku dimulai 11 Agustus 2026 hingga 11 Agustus 2031 dengan ketentuan pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit tetap dipenuhi.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, perolehan SLO menjadi capaian penting dalam pengembangan PLTM Salu Noling.
“Perolehan Sertifikat Laik Operasi untuk kedua unit PLTM Salu Noling menunjukkan bahwa instalasi pembangkit telah memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan dan dinyatakan laik operasi,” ujar Aditya.
Baca Juga : PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur
Menurutnya, capaian tersebut semakin mendekatkan PLTM Salu Noling menuju operasi komersial. Energi yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik di Sulawesi Selatan.
Jaringan 20 kV dan Dua Unit Sudah Tersinkron
SLO menjadi bagian dari rangkaian tahapan pengembangan PLTM Salu Noling. Sebelumnya, PLN telah menyelesaikan energisasi infrastruktur penyaluran untuk pembangkit tersebut.
Infrastruktur itu meliputi kubikel 20 kV Unit 1 dan Unit 2 serta jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV sepanjang 52 kilometer.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Gandeng BINDA Sultra Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan
Kedua unit PLTM Salu Noling juga telah berhasil disinkronkan dengan sistem kelistrikan PLN pada Juli 2026.
Aditya mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan di dalam negeri.
“Semangat Kemerdekaan RI juga kami maknai melalui upaya menghadirkan kemandirian dan ketahanan energi dengan mengoptimalkan potensi energi yang tersedia di dalam negeri,” katanya.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PLTM Salu Noling memanfaatkan energi air sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan. Pengembangan pembangkit ini juga sejalan dengan upaya PLN mendorong transisi energi.
Setelah kedua unit memperoleh SLO, PLN bersama pengembang akan melanjutkan pemenuhan tahapan dan persyaratan menuju COD.
Jika seluruh tahapan terpenuhi, PLTM Salu Noling dapat segera beroperasi secara komersial. Kehadiran pembangkit ini diharapkan menambah pasokan energi bersih dan mendukung keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Selatan.
Pengoperasian PLTM Salu Noling juga diharapkan memberi dukungan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pembangkit ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan energi terbarukan untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar