SULSELSATU.com, MAKASSAR – Organisasi Peserta Didik Intra Sekolah (OPDIS) SD Islam Athirah Makassar mendorong budaya memilah sampah dimulai dari lingkungan sekolah. Upaya tersebut disampaikan pengurus OPDIS saat audiensi bersama Wali Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).
Audiensi tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk menyampaikan program sekolah sekaligus belajar mengenai kepemimpinan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu program yang disampaikan adalah pembiasaan memilah sampah organik dan anorganik di lingkungan sekolah. Program ini dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Makassar dalam membangun budaya pengelolaan sampah sejak dini.
Baca Juga : Penjualan Kendaraan Hybrid Kalla Toyota Naik 137 Persen
Wali Kota Makassar menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengapresiasi kepedulian siswa SD Islam Athirah terhadap persoalan lingkungan.
Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, kebiasaan memilah sampah perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar.
Ia juga memberikan contoh pengolahan sampah organik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa mendapat pemahaman bahwa sampah masih dapat dikelola dan dimanfaatkan jika dipisahkan berdasarkan jenisnya.
Baca Juga : Toyota Serbu di TSM Makassar, Kalla Toyota Siapkan Promo dan 74 Hadiah
Dalam audiensi tersebut, turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Melinda Aksa. Ia merupakan alumni Athirah dari jenjang TK hingga SMP.
Melinda mendukung program pemilahan sampah yang disampaikan para pengurus OPDIS. Ia berharap budaya tersebut dapat berkembang di lingkungan sekolah.
Ia juga mendorong setiap sekolah memiliki bank sampah sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Baca Juga : Bukit Baruga Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Berpeluang Jadi Percontohan di Makassar
Kepala SD Islam Athirah Makassar Khasan mengatakan, program pemilahan sampah yang dikembangkan sekolah memiliki arah yang sama dengan program Pemerintah Kota Makassar.
“Program sekolah sangat match dengan program Wali Kota. Program sekolah dengan Pemerintah Kota Makassar memiliki arah yang sama. Tentunya ini menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi SD Islam Athirah Makassar, khususnya OPDIS,” ungkapnya.
Ketua Pembina Pengurus OPDIS SD Islam Athirah Makassar Muh. Ruswan Wajib mengatakan, audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara sekolah dan pemerintah.
Baca Juga : Kalla Toyota Padukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan di Hari Pelanggan Nasional
Menurutnya, pembiasaan memilah sampah dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter siswa.
“Harapannya, anak-anak bisa belajar tentang memilah sampah organik maupun anorganik. Dari kebiasaan melakukan kebaikan-kebaikan kecil, diharapkan dapat terbentuk karakter anak yang peduli dan cinta terhadap lingkungan,” tuturnya.
Ketua OPDIS SD Islam Athirah Makassar Adzkia Mikaila Afian mengaku senang dapat mengikuti audiensi bersama Wali Kota Makassar.
Baca Juga : Kalla 10K 2026 Siap Digelar Oktober Mendatang, Buka Slot 4.500 Pelari
Menurutnya, pemilahan sampah dapat membantu masyarakat mengelola sampah sesuai jenisnya.
“Menurut saya, program pemilahan sampah sangat bermanfaat untuk lingkungan karena memudahkan kita mengolah sampah sesuai jenisnya. Harapannya, Indonesia, khususnya dimulai dari lingkungan sekolah saya, bisa menjadi lebih bersih dan bebas sampah serta dapat mengolah sampah dengan lebih baik,” ujarnya.
Bagi pengurus OPDIS, audiensi tersebut tidak hanya menjadi kesempatan menyampaikan program.
Kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar mengenai kepemimpinan, keberanian menyampaikan gagasan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar