Logo Sulselsatu

Daeng Manye Dorong Ekonomi Pesisir Tumbuh, Parialau Disiapkan Jadi Ikon Wisata Takalar

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Jumat, 19 Juni 2026 14:53

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, TAKALAR – Kawasan Parialau di Kelurahan Takalar Lama, Kecamatan Mappakasunggu, perlahan menjelma menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat Takalar. Pesona matahari terbenam, hamparan rumput hijau, serta suasana pesisir yang tenang menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga titik tumbuh ekonomi warga.

Komitmen pengembangan kawasan tersebut menjadi perhatian Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Ia menilai Parialau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan daerah.

Pernyataan itu disampaikan Daeng Manye dalam suasana santai saat menghadiri kegiatan bersama awak media yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Takalar beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Kanwil Kemenkum Sulsel Ajak Pemkab Takalar Inventarisasi Indikasi Geografis dan Permudah UMKM Lewat Perseroan Perorangan

Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut Parialau bukan sekadar kawasan pesisir biasa, melainkan aset daerah yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat Takalar.

“Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus berkomitmen mendorong tumbuhnya kawasan wisata yang aman, nyaman, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci utama,” ujar Daeng Manye.

Parialau berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Takalar dan dapat diakses melalui jalur utama Jalan Jenderal Sudirman maupun Jalan Poros Galesong–Makassar.

Baca Juga : Bupati Takalar dan Kakanwil Kemenkum Sepakat Perkuat Posbankum, Layanan Hukum Kini Menjangkau Hingga Desa

Kawasan ini menawarkan pemandangan khas pesisir dengan hamparan rumput luas yang berpadu dengan area empang. Saat sore hari, lokasi tersebut ramai dikunjungi warga, terutama kalangan muda yang ingin menikmati panorama matahari terbenam.

Kini, Parialau tidak hanya menjadi tempat menikmati keindahan alam. Kawasan itu mulai berkembang sebagai ruang interaksi masyarakat. Anak-anak bermain di tepian, pengunjung menikmati suasana senja, sementara pelaku UMKM menjajakan berbagai produk lokal.

Pertumbuhan aktivitas ekonomi warga mulai terlihat di sepanjang jalur pesisir. Warung kecil, pedagang makanan, hingga usaha kuliner lokal ikut bergerak seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

Baca Juga : Bupati Takalar Pilih Pembinaan, 90 Persen Desa Tindak Lanjuti Temuan Audit Keuangan

Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan sektor wisata mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pada Kamis malam (18/6/2026), Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye kembali hadir menyapa masyarakat di kawasan Parialau. Tanpa seremoni besar, ia duduk bersama warga, menikmati hidangan lokal, berdialog dengan pedagang, serta melihat langsung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kehadiran pemimpin di tengah ruang ekonomi rakyat dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat.

Baca Juga : Bupati Daeng Manye Minta Dukungan Hamka B Kady Perjuangkan Infrastruktur Takalar

Parialau saat ini tengah diarahkan menjadi kawasan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menciptakan ruang pertemuan sosial dan penggerak ekonomi lokal.

Dengan konsep wisata berbasis masyarakat, kawasan pesisir tersebut diharapkan mampu menjadi contoh bahwa pertumbuhan ekonomi dapat lahir dari potensi sederhana yang dikelola secara konsisten.

Bagi masyarakat Takalar, Parialau bukan lagi sekadar tempat menikmati senja. Kawasan ini perlahan tumbuh menjadi ekosistem wisata yang mempertemukan alam, warga, dan peluang ekonomi dalam satu ruang yang sama. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis02 November 2026 09:30
PLN Dampingi Petani Kopi Batui, Penjualan Naik 326 Persen
Nilai penjualan kopi green bean Kelompok Tani Kopi Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, meningkat lebih dari empat kali lipat setelah mendapatka...
News02 November 2026 07:16
OJK Catat 27,23 Juta Rekening Baru Selama BIK 2026
Rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 mencatat pembukaan 27,23 juta rekening dan akun produk jasa keuangan sepanjang Oktober 2026...
News01 November 2026 20:04
ISKI Sulsel Siapkan Program Kerja, Perkuat Peran Sarjana Komunikasi di Berbagai Sektor
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan mematangkan program kerja kepengurusan pe...
OPD01 November 2026 20:02
Pengawasan di Biringkanaya, Fauzi Andi Wawo Siapkan Program KK Binaan Bagi Konstituen PKB
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, menyiapkan program KK Binaan untuk menjangkau masyarakat yang telah m...