Logo Sulselsatu

1.000 Pelaku UMKM Hadiri BEST 1 Makassar, Fokus Bangun Bisnis Berbasis Data

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 22 Juni 2026 16:04

Seribu UMKM ikut dalam BEST 1 Makassar. Foto: Istimewa.
Seribu UMKM ikut dalam BEST 1 Makassar. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Lebih dari 1.000 pelaku UMKM dan pengusaha muslim dari Sulawesi Selatan hingga Indonesia Timur mengikuti Business Excellence Summit and Talk (BEST) 1 Makassar.

BEST 1 Makassar diinisiasi oleh Sukses Berkah Community (SBC) Chapter Makassar di Four Points by Sheraton Makassar pada 20-21 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran dan konsolidasi bagi pelaku usaha agar mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Baca Juga : Kalla Institute Dampingi UMKM Sambusa di Pangkep Go Digital dan Tingkatkan Produksi

BEST 1 Makassar menghadirkan sejumlah mentor bisnis nasional, di antaranya Coach Dodi Dzulkifli, Khaidir Khaliq, Abdullah Mujahid, Coach Nugie Al Afghani, dan Founder SBC, Coach Ridwan Abadi.

Dalam materinya, Khaidir Khaliq menekankan bahwa UMKM saat ini tidak cukup hanya mengandalkan semangat berusaha. Pelaku usaha harus memiliki ilmu, sistem, data, teknologi, dan ekosistem bisnis yang kuat agar mampu bersaing.

“Makassar hari ini bukan lagi pasar kecil. Indonesia Timur sedang dilirik. Pengusaha dari luar masuk membawa data, dana, sistem, tim, dan teknologi. Kita tidak perlu marah dengan persaingan, tapi kita sebagai pengusaha lokal tidak boleh kalah siap,” ujar Khaidir.

Baca Juga : Program TJSL PLN UIP Sulawesi Bantu Kemandirian Petani Kopi Batui

Menurutnya, pasar akan dikuasai oleh pihak yang paling siap melayani pelanggan, bukan semata-mata oleh pelaku usaha lokal.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak UMKM sebenarnya memiliki omzet yang cukup besar, tetapi belum mampu berkembang karena masih menghadapi berbagai kebocoran bisnis.

Khaidir menyebut tujuh masalah yang sering dialami UMKM, yakni tidak memiliki database pelanggan, promosi yang tidak terencana, tidak ada sistem tindak lanjut pelanggan, pencatatan keuangan yang belum rapi, belum memiliki SOP layanan, seluruh pekerjaan masih bergantung pada pemilik usaha, serta belum bergabung dalam ekosistem pembelajaran.

Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Raup Transaksi Rp1,35 Miliar, Pembiayaan UMKM Tembus Rp18,27 Miliar

“Percuma banjir order kalau ember bisnisnya bocor. Banyak UMKM bukan tidak punya omzet, tapi omzetnya tidak berubah menjadi profit karena tidak ada pencatatan, tidak ada follow-up, tidak ada SOP, dan semua masih bergantung pada owner,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Khaidir memperkenalkan framework “TUAN RUMAH” yang terdiri dari sembilan langkah pengembangan bisnis, mulai dari meningkatkan kapasitas diri, membangun sistem, memanfaatkan teknologi, hingga memperkuat kolaborasi dan dampak usaha.

Selain membahas sistem bisnis, peserta juga mendapatkan materi tentang strategi branding, positioning, personal branding, hingga ketahanan mental menghadapi perubahan bisnis.

Baca Juga : PT Vale Hidupkan Warisan Budaya Anyaman Teduhu, dari Luwu Timur ke Panggung Nasional

Sekretaris Jenderal SBC Abdullah Mujahid mengatakan, SBC juga menyiapkan program pendampingan selama satu tahun bagi peserta BEST 1 Makassar. Program tersebut akan dijalankan melalui jaringan 23 chapter SBC di seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan ini, SBC berharap semakin banyak UMKM yang mampu membangun bisnis secara profesional, berbasis data, memanfaatkan teknologi, dan siap menjadi pemain utama di pasar domestik.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News07 Agustus 2026 16:44
PLN UIP Sulawesi Gandeng BINDA Sultra Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan pembangunan i...
Berita Utama07 Agustus 2026 15:12
Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Platform Infrastruktur AI di Asia-Pasifik
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA meluncurkan Zankore by Indosat, platform infrastruktur kecerdasan buatan (Art...
Makassar07 Agustus 2026 15:02
Semarak HUT ke-102, Perumda Air Minum Makassar dan Karang Taruna Gelar Donor Darah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar bersama Karang Taruna Kota Makassar menggelar aksi donor darah di Aula Tirta Dharma P...
News07 Agustus 2026 13:34
Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji, Pembiayaan Haji Plus hingga Digital Jadi Motor Pertumbuhan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bank Muamalat terus memperkuat perannya dalam ekosistem haji nasional. Selain mencatat pertumbuhan kinerja bisnis yang po...