Logo Sulselsatu

Legislator Makassar Desak GMTD Bangun Instalasi Pengolahan Air, Jangan Bebani PDAM

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Sabtu, 25 Juli 2026 22:58

Anggota Komisi C DPRD Makassar Ray Suryadi Arsyad. Foto: Istimewa.
Anggota Komisi C DPRD Makassar Ray Suryadi Arsyad. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi C DPRD Makassar Ray Suryadi Arsyad mendesak PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) membangun instalasi pengolahan air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) sendiri untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan perumahannya. Dia menyebut, langkah tersebut penting agar kebutuhan air warga tidak terus bergantung pada pasokan PDAM Makassar yang berpotensi menambah beban penyediaan air baku di Kota Makassar.

“Kami menyarankan pihak GMTD itu kemudian bisa membuat satu sistem pengolahan air sendiri (WTP/Water Treatment Plant), pengolahan air bersih sendiri, biar tidak membebani jumlah persentase air baku yang ada di Kota Makassar,” ujar Ray Suryadi kepada Sulsesatu, Sabtu (25/7/2026).

Ray menyoroti keluhan warga di kawasan perumahan Mangasa Tanjung Bunga, khususnya terkait pelayanan air bersih yang dinilai masih menjadi persoalan mendasar. Menurutnya, kebutuhan air bersih harus menjadi perhatian serius mengingat kawasan GMTD telah berkembang dengan lebih dari 50 klaster yang bergantung pada ketersediaan layanan tersebut.

Baca Juga : PDIP Dorong APBD Perubahan Makassar Lebih Berpihak pada Warga

“Yang pertama tentang pelayanan air bersih. Memang ini menjadi satu isu yang perlu kita sama-sama pertanyakan, karena di sana itu ada lebih daripada 50 klaster yang ada di kawasan GMTD itu sendiri. Yang tentu saja menjadi persoalan yang paling dasar,”ungkapnya.

“Sebab ketika persoalan air bersih ini belum bisa terselesaikan, maka itu akan menjadi persoalan yang besar. Karena kita tahu sendiri air bersih itu menjadi kebutuhan dasar setiap manusia,” sambungnya.

Legislator Fraksi Demokrat itu menilai pasokan air baku di Kota Makassar tidak mengalami penambahan, sementara kebutuhan terus meningkat seiring bertambahnya klaster baru yang bekerja sama dengan PDAM. Karena itu, Ray mendorong GMTD membangun instalasi pengolahan air bersih sendiri agar tidak mengurangi pasokan air bagi pelanggan PDAM yang telah lebih dulu terlayani

Baca Juga : RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount

“Air baku itu jumlahnya sama dari dulu sampai sekarang, tapi kemudian yang berbeda itu adalah sistem pembagiannya. Kalau misalnya setiap tahun ada klaster-klaster baru yang kemudian dilakukan perjanjian dan kerja sama dengan PDAM, maka itu pasti mengurangi jumlah air untuk masyarakat yang terlebih dahulu menjadi pelanggan PDAM. Jadi makanya kami menyarankan untuk kemudian GMTD punya pengolahan air bersih sendiri.” pungkasnya.

Sebelumnya,anggota Komisi C bersama Komisi A DPRD Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Perumahan Green River View, Kecamatan Tamalate, pada Jumat (24/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, para anggota dewan menerima sejumlah aspirasi warga, mulai dari persoalan belum tersedianya fasilitas rumah ibadah hingga keluhan terkait pelayanan air bersih di kawasan perumahan itu.

“Kami juga menerima aspirasi terkait dengan rumah ibadah, khususnya fasilitas sarana ibadah. Memang ini menjadi bahan diskusi oleh beberapa masyarakat karena memang mereka merasa masyarakat seperti yang ada di Green River View itu yang kalau tidak salah sudah memiliki lebih daripada sekitar 2.000 unit yang ada di sana itu mayoritas beragama Islam dan mereka tidak ada sarana ibadah yang dekat dengan perumahan itu,” kata anggota Komisi C DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad kepada Sulselsatu, Sabtu (25/7).

Baca Juga : Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi

Ray mengatakan Green River View kini telah berkembang menjadi 11 klaster. Namun, menurutnya, pengembang belum memenuhi penyediaan fasilitas umum yang memadai, terutama rumah ibadah yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di kawasan tersebut.

“Iya, dari satu kawasan Green River View itu ada 11 klaster. Di dalam Green River View itu ada 11 klaster,” terangnya. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Zulkarnain
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif29 Oktober 2026 17:56
Toyota Hadirkan T Intouch with Toyota Remote di Innova Zenix
Kalla Toyota memperkenalkan teknologi konektivitas terbaru T Intouch with Toyota Remote yang memungkinkan pemilik mengakses dan mengontrol sejumlah fu...
Aneka29 Oktober 2026 14:44
Asmo Sulsel Ingatkan Pentingnya Servis Motor Berkala
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengingatkan konsumen Honda agar melakukan perawatan sepeda motor sejak awal pemakaian untuk menjaga perfor...
Bisnis29 Oktober 2026 14:11
Indosat Raup Pendapatan Rp45,8 Triliun hingga September 2026
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) membukukan pendapatan Rp45,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026....
Ekonomi29 Oktober 2026 13:53
OJK Perkuat Riset untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pemanfaatan riset berbasis bukti dalam perumusan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pe...