Logo Sulselsatu

Investor Pasar Modal di Sulsel Capai 766.125 SID, Tumbuh 79,28 Persen

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 23 Agustus 2026 15:36

Ilustrasi saham. Foto: Istimewa.
Ilustrasi saham. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Minat masyarakat Sulawesi Selatan terhadap investasi di pasar modal menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulsel mencapai 766.125, atau tumbuh 79,28 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana menjadi instrumen dengan pertumbuhan SID tertinggi, mencapai 81,35 persen yoy pada Juni 2026.

Sementara itu, jumlah SID pada instrumen saham tumbuh 44,66 persen, sedangkan Surat Berharga Negara (SBN) meningkat 24,30 persen.

Baca Juga : EKSiS 2026 Perkuat Edukasi dan Akses Keuangan Syariah Bagi Masyarakat

Perkembangan jumlah SID juga terlihat dari data periode sebelumnya. Pada Desember 2024, jumlah SID saham tercatat 322.895, reksa dana 935.664, dan SBN 36.782.

Kemudian pada Juni 2025, jumlah SID saham meningkat menjadi 372.927, reksa dana mencapai 1.005.423, dan SBN sebanyak 39.023.

Pada Desember 2025, SID saham kembali bertambah menjadi 456.435, sementara SID reksa dana mencapai 1.220.324 dan SBN sebanyak 42.378.

Baca Juga : Sultan QRIS Run 2026 Rayakan 7 Tahun Perjalanan QRIS

Memasuki Mei 2026, jumlah SID saham tercatat 526.494, reksa dana 1.773.069, dan SBN 46.601.

Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, pada Juni 2026, SID saham mencapai 536.779, reksa dana 1.874.894 SID, dan SBN 47.444.

Data tersebut menunjukkan bahwa reksa dana menjadi produk pasar modal dengan jumlah SID terbesar sekaligus pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Selatan. Pertumbuhan tersebut turut memperlihatkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi di luar produk saham.

Baca Juga : PINTU Luncurkan Futures Lite, Sasar Trader Pemula

“Namun, angka SID pada masing-masing produk tersebut tidak dapat dijumlahkan untuk menentukan jumlah investor secara keseluruhan. Sebab, satu investor hanya memiliki satu SID tapi bisa punya berbagai jenis efek di pasar modal. Contohnya, satu SID bisa punya saham, reksa dana, atau SBN,” ujar Muchlasin.

Dengan demikian, angka 766.125 SID merupakan jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026, bukan hasil penjumlahan SID saham, reksa dana, dan SBN.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator semakin berkembangnya ekosistem pasar modal di Sulawesi Selatan. Masyarakat kini semakin memiliki akses terhadap beragam instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana hingga SBN.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional23 Agustus 2026 15:51
Bantu Korban Gempa NTT, BRI Siapkan 3 Posko dan Dapur Umum
BRI memperkuat penanganan pascabencana gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun tiga posko logistik dan satu ...
Video22 Agustus 2026 21:31
VIDEO: Rumah Terduga Pelaku Pembunuhan di Enrekang Dirusak Massa
SULSELSATU.com — Rumah terduga pelaku pembunuhan di Kecamatan Anggeraja, Enrekang, dirusak massa, Jumat (21/8) malam. Massa membongkar rumah yang sa...
News22 Agustus 2026 20:45
Grup Astra Makassar Salurkan 400 Dus Indomie untuk Korban Gempa NTT
Grup Astra Makassar menyalurkan bantuan berupa 400 dus Indomie bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT)....
Video22 Agustus 2026 19:40
VIDEO: Prabowo Tinjau Langsung Lokasi Karhutla di Kalimantan
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Sungai Raya, Kabupaten...