Logo Sulselsatu

Muhtadin Ungkap Wilayah Pertanian Pinrang yang Paling Terdampak Kekeringan

Asrul
Asrul

Rabu, 26 Agustus 2026 19:46

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pinrang mulai berdampak terhadap aktivitas pertanian. Kondisi tersebut terutama dirasakan petani di wilayah yang minim akses irigasi.

Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Demokrat, Muhtadin, mengatakan terdapat sejumlah kecamatan yang terdampak musim kemarau. Dari 12 kecamatan di Kabupaten Pinrang, beberapa wilayah disebut mengalami dampak cukup serius.

“Yang terdampak itu di Kecamatan Cempaga, Kecamatan Lanrisang, dan Kecamatan Suppa. Ini yang sangat berdampak juga Kecamatan Suppa,” kata Muhtadin kepada wartawan di Kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga : Andre Prasetyo Tanta Serap Aspirasi Warga Mappala soal Pendangkalan Kanal

Menurut Muhtadin, persoalan kekeringan lebih terasa di wilayah yang jauh dari jaringan irigasi.

Ketika musim kemarau berlangsung dan curah hujan rendah, lahan pertanian yang hanya mengandalkan air hujan menjadi lebih rentan mengalami kekurangan air.

Kondisi tersebut berbeda dengan wilayah yang memiliki jaringan irigasi, meski saat musim kemarau distribusi air juga ikut terbatas akibat berkurangnya pasokan.

Baca Juga : Temui Warga Patingalloang, Andre Prasetyo Tanta Serap Aspirasi soal Air Bersih dan Bansos

Muhtadin mengatakan Kecamatan Suppa menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena persoalan irigasi telah lama menjadi kebutuhan petani.

Bahkan, usulan perbaikan infrastruktur irigasi di wilayah tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait.

“Kemarin sudah kita masukkan ke balai untuk perbaikan,” ujarnya.

Baca Juga : DPRD Sulsel Dorong Kontribusi PT Vale Diperjelas Lewat Perda

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap tanaman padi, Muhtadin menyebut pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi telah didorong memberikan bantuan pompanisasi kepada kelompok tani yang membutuhkan.

“Kami sudah sampaikan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi untuk diberikan bantuan pompanisasi. Bupati juga sudah turun di setiap kecamatan untuk melihat beberapa unit pompa yang dibutuhkan,” katanya.

Ia menyebut bantuan pompa telah tersedia di sejumlah wilayah. Namun, kebutuhan di lapangan masih terus dipantau, terutama bagi kelompok tani yang lahannya paling terdampak kekeringan.

Baca Juga : Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun

Muhtadin mengatakan kondisi tanaman padi saat ini masih dalam masa pertanaman, sehingga kekeringan berpotensi memengaruhi hasil panen ke depan.

“Sekarang sementara tanam. Mudah-mudahan bisa dipanen, tetapi hasilnya tidak maksimal. Kita sangat berharap hasil pertanian ini tidak di bawah 50 persen,” ujarnya.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Muhtadin bersama pihak terkait juga melakukan pengawasan di sejumlah titik terdampak. Ia mengaku telah berkoordinasi dan berdialog dengan beberapa kelompok tani untuk mengetahui kebutuhan mereka selama musim kemarau.

Baca Juga : Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang

“Kami melaksanakan pengawasan di dua titik yang disampaikan kepada kami. Kami juga sudah tanya kembali beberapa kelompok tani, ada yang sudah mendapatkan bantuan, terutama yang sangat terdampak musim kemarau ini,” jelasnya.

Muhtadin menegaskan, penanganan kekeringan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan kelompok tani.

Bantuan pompanisasi dinilai penting sebagai langkah cepat untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian selama musim kemarau.

Ia berharap intervensi tersebut dapat membantu petani mempertahankan tanaman hingga masa panen, sekaligus menekan potensi penurunan produksi akibat kekurangan air.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis13 Oktober 2026 22:07
Kalla Toyota Hadirkan Pameran Terbesar Selama 11 Hari di Mal Ratu Indah
Kalla Toyota menggelar Toyota Auto Show 2026 di Atrium Mal Ratu Indah (MaRI), Makassar pada 15 hingga 25 Oktober 2026. Pameran otomotif ini menghadirk...
Kesehatan13 Oktober 2026 21:57
Kualitas Udara Menurun Akibat Kabut Asap, Appi Minta Masker Gratis Bagi Siswa dan Lansia
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar menyiapkan masker gratis bagi siswa dan kelom...
Makassar13 Oktober 2026 21:42
Plogging Run Meriahkan HUT ke-6 Vasaka Hotel Makassar
Vasaka Hotel Makassar merayakan hari jadi ke-6 dengan menggelar Plogging Run 2026 yang diikuti 250 peserta pada Sabtu (26/9/2026)....
News13 Oktober 2026 19:55
PLN Gandeng 107 Koperasi Merah Putih Layani Transaksi Listrik
PT PLN (Persero) menggandeng 107 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Indonesia untuk menyediakan layanan pembayaran tagihan dan pembelian t...