Logo Sulselsatu

Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 02 September 2026 19:08

Ownwr Raja Madu Sulawesi bersama pemateri dalam acara business matching UMKM Rewako. Foto: Dokumen Pribadi Owner Raja Madu Sulawesi.
Ownwr Raja Madu Sulawesi bersama pemateri dalam acara business matching UMKM Rewako. Foto: Dokumen Pribadi Owner Raja Madu Sulawesi.

UMKM yang naik kelas berarti ekonomi yang ikut bergerak. Ketika pelaku usaha memperoleh akses pembinaan, teknologi, pembiayaan, standardisasi, dan pasar, pertumbuhan bisnis tidak hanya meningkatkan pendapatan pemilik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan rantai ekonomi di sekitarnya.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pendapatan yang meningkat 50 persen, tenaga kerja bertambah, hingga produk menembus pasar internasional menjadi gambaran bagaimana pembinaan dapat mengubah skala sebuah usaha kecil.

Kisah Raja Madu Sulawesi milik Hj. Ariani di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan salah satu contoh dari semakin berkembangnya UMKM Sulsel. Peningkatan kapasitas usaha ini dirasakan Raja Madu Sulawesi sejak 2023 setelah masuk dalam ekosistem UMKM Rewako.

Baca Juga : Dukung Kajian IMTI 2026, BI Sulsel Dorong Penguatan Pariwisata Ramah Muslim

Dalam ekosistem UMKM Rewako yang merupakan kelompok pembinaan UMKM oleh Bank Indonesia (BI) Sulsel, penguatan kapasitas usaha diarahkan bukan hanya agar pelaku UMKM mampu bertahan, tetapi juga naik kelas, memperluas pasar, dan ikut menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Hj. Ariani mengatakan, pembinaan yang diterima memberikan perubahan terhadap bagaimana usaha dikelola. Sebelum mengikuti program pembinaan, pengembangan usaha belum memiliki arah yang sekuat saat ini.

“Usaha menjadi lebih terarah, terutama dalam branding, kemasan, digitalisasi, standardisasi, serta akses pasar dan pembiayaan,” ujar Ariani.

Baca Juga : BI Sulsel Dorong Lima Proyek Investasi Unggulan Lewat SSIC 2026

Perubahan tersebut kemudian ikut membuka peluang pasar yang lebih luas. Produk Raja Madu Sulawesi kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi telah menjangkau pasar antarprovinsi hingga pasar global.

Untuk pasar luar negeri, Raja Madu Sulawesi telah melakukan ekspor ke Maladewa, Malaysia, Brunei Darussalam, Philipina, dan Jepang. Saat ini, usaha tersebut tengah mengembangkan pasar ke Arab Saudi dan Hong Kong.

Perluasan pasar tersebut turut berdampak terhadap pendapatan usaha. Ariani mencatat pendapatan Raja Madu Sulawesi meningkat sekitar 50 persen, dari sebelumnya sekitar Rp200 juta menjadi Rp300 juta per tahun.

Baca Juga : BI Sulsel Tingkatkan Kemampuan Jurnalis Baca Data Ekonomi Lewat Pelatihan Pengolahan Data

Pertumbuhan usaha juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Jumlah pekerja meningkat sekitar 40 persen, dari lima orang menjadi tujuh orang. Tenaga kerja tersebut mencakup pekerja langsung maupun pendukung kegiatan produksi dan distribusi.

Menurut Ariani, perkembangan usaha juga memberikan dampak kepada masyarakat di sekitar. Raja Madu Sulawesi tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal, tetapi juga melibatkan mitra dalam pengembangan bee farm atau peternakan lebah serta menggunakan bahan baku dan jasa dari pelaku usaha di daerah.

“Usaha kami turut membantu ekonomi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan mitra dalam pengembangan bee farm atau peternakan lebah, serta penggunaan bahan baku dan jasa dari pelaku usaha di daerah,” katanya.

Baca Juga : Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dampingi Industri Kue Tradisional Gowa Go Digital

Sejumlah produk dari Raja Madu Sulawesi. Foto: Istimewa.

Kisah Raja Madu Sulawesi menjadi salah bukti bahwa ekosistem UMKM Rewako di Sulsel terus mendorong berbagai UMKM untuk naik kelas melalui penguatan kapasitas, digitalisasi, akses pasar, hingga ekspor.

Perkembangan tersebut tercermin dalam ekosistem UMKM Rewako yang hingga 2026 telah mencakup 473 peserta dari berbagai sektor.

Baca Juga : OJK Perkuat TPAKD, Dorong Pembiayaan Komoditas Kakao di Sulsel

Dari jumlah tersebut, terdapat 207 UMKM Rewako umum, 154 UMKM Rewako Ekspor, dan 204 kelompok petani yang masuk dalam ekosistem UMKM Rewako. Program ini memperlihatkan bagaimana pembinaan UMKM secara bertahap dapat membuka akses usaha menuju pasar yang lebih luas.

UMKM tersebut tersebar di sejumlah sektor usaha. Sektor makanan dan minuman menjadi yang terbesar dengan 102 UMKM, disusul kain dan fashion sebanyak 52 UMKM, kerajinan 18 UMKM, pertanian, perikanan dan peternakan 17 UMKM, kopi 13 UMKM, health and beauty tiga UMKM, serta jasa dua UMKM.

Perkembangan juga terlihat pada UMKM yang masuk dalam ekosistem ekspor. Hingga 2026, tercatat 154 UMKM Rewako Ekspor, dengan 92 UMKM di antaranya merupakan alumni UMKM Rewako umum.

Artinya, sebagian pelaku usaha yang sebelumnya memperoleh pembinaan dalam ekosistem UMKM Rewako umum kemudian berkembang ke tahap yang lebih tinggi dengan memasuki pasar ekspor.

Perkembangan UMKM menuju pasar ekspor juga tercermin dalam gelaran Anging Mammiri Business Fair (AMBF). Nilai komitmen bisnis ekspor yang tercatat dalam kegiatan tersebut meningkat dari tahun ke tahun.

Pada AMBF 2022, sebanyak 9 UMKM mencatat total business matching ekspor sebesar Rp5,72 miliar. Pada 2023, jumlah peserta meningkat menjadi 10 UMKM dengan nilai komitmen ekspor Rp28,7 miliar.

Pada AMBF 2024, sebanyak 14 UMKM mencatat total business matching ekspor sebesar Rp98,8 miliar. Angka tersebut kembali meningkat pada AMBF 2025 ketika 30 UMKM mengikuti business matching dengan 17 buyer internasional dan menghasilkan komitmen ekspor sebesar Rp228,12 miliar.

Program AMBF kembali dijadwalkan pada Oktober 2026 di Sandeq Ballroom dengan menghadirkan buyer internasional. Agenda tersebut menjadi salah satu upaya mempertemukan UMKM Sulsel dengan calon pembeli dari pasar global.

Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, UMKM menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pengembangan komoditas unggulan, industri kreatif, perdagangan dan jasa.

“Penguatan UMKM tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan. Namun, hingga saat ini sejumlah perkembangan UMKM masih menghadapi beberapa tantangan,” ujar Rizki kepada media dalam Media Engagementdi Bali pada Kamis (27/8/2026).

Rizki menjelaskan, sejumlah tantangan yang dihadapi UMKM, mulai dari kapasitas, kualitas dan kontinuitas produksi belum merata. Akses pasar, khususnya ke pasar digital dan ekspor masih terbatas.

Selanjutnya, adalah juga tantang akses pembiayaan formal masih menjadi kendala bagi sebagian UMKM, adopsi digital dan peningkatan produktivitas beum optimal, serta hilirisasi komoditas unggulan daerah yang masih perlu diperkuat.

Rizki Ernadi juga menyebutkan sejumlah strategi pengembangan yang didalamnya terdapat UMKM sebagai salah satu sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel.

Rekomendasinya mencakup pemanfaatan data transaksi QRIS untuk mendukung akses pembiayaan produktif UMKM, penyusunan kalender kegiatan ekonomi daerah, serta integrasi UMKM ke marketplace, e-catalogue, dan pengadaan barang atau jasa pemerintah.

“Penguatan standardisasi dan sertifikasi produk juga menjadi bagian penting agar produk UMKM lebih siap masuk ke pasar yang lebih luas. Sementara untuk ekspor, dukungan dapat diarahkan pada fasilitasi ekspor langsung, pendampingan regulasi, branding, quality control, serta pemanfaatan market intelligence,” jelas Rizki.

Sulawesi Selatan juga memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai hub perdagangan kawasan Indonesia Timur melalui pengembangan pusat distribusi regional, pusat grosir modern, layanan logistik, dan kepabeanan. Ekosistem tersebut dapat membantu memangkas hambatan yang dihadapi UMKM ketika ingin memperluas pasar.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 September 2026 21:42
VIDEO: Destry Damayanti Dilantik Jadi Gubernur Bank Indonesia, Masa Jabatan 5 Tahun
SULSELSATU.com – Pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Rabu, 2 September 2026. Menggantikan Perry Warjiyo yang mengun...
Hukum02 September 2026 19:41
Sidang Dugaan Penganiayaan di PN Sungguminasa Ditunda, LBH Anak Rakyat Sebut Saksi Mangkir
SULSELSATU.com, GOWA – Sidang perkara dugaan tindak pidana penganiayaan yang melibatkan Tenriani sebagai  terduga pelaku di Pengadilan Negeri (...
Video02 September 2026 18:18
VIDEO: Truk Tangki BBM Tabrak Kontainer di Tol Makassar, Diduga Rem Blong
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan truk tangki bermuatan BBM mengalami tabrakan dengan mobil kontainer. Kejadian ini terjadi di jalan ...
Bisnis02 September 2026 18:05
Kalla Toyota Hadirkan Bunga Spesial Mulai 0 Persen, Berlaku hingga 20 September 2026
Kalla Toyota menghadirkan program pembiayaan khusus bagi masyarakat yang ingin membeli mobil Toyota selama September 2026....