SULSELSATU.com, MAKASSAR – Coklatana, pelopor oleh-oleh khas Sulawesi berbasis cokelat, dan juga yang merupakan salah satu produk PT Agrinesia Raya, dengan bangga mengumumkan pencapaian gemilangnya meraih penghargaan bergengsi Makassar Most Favorite Culinary Award 2026 untuk kategori Premium Cake sekaligus mengukuhkan posisi Coklatana sebagai primadona baru di industri kuliner premium, meski baru merayakan hari jadinya yang pertama pada bulan Juli 2026 lalu.
Coklatana lahir dari inspirasi kekayaan alam Sulawesi, surga tempat tumbuhnya kakao lokal berkualitas tinggi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tangan para petani yang penuh dedikasi, biji kakao pilihan ini diolah dengan sepenuh hati oleh talenta terbaik anak makassar, menghasilkan cita rasa cokelat yang autentik dan membanggakan bangsa.
Sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan cita rasa khas Indonesia, Coklatana mempersembahkan rangkaian kue cokelat unggulan seperti Lapis Kukus, Bolu Chiffon, & AlmondTart. Setiap kreasi kue diolah dengan proses modern tanpa meninggalkan sentuhan cokelat Sulawesi.
Di antara jajaran produk premium tersebut, pesona Coklatana Triple Choco berhasil mencuri perhatian pasar dan sukses menjadi produk best-selling yang paling dicari. Menawarkan sensasi lapis yang super lembut, berlapis cokelat pekat, dan ditaburi limpahan cokelat premium di atasnya, varian ini memberikan pengalaman menikmati cokelat yang paripurna.
Widya Fadila, Brand Manager Coklatana menyampaikan, penghargaan ini adalah kado terindah bagi perjalanan satu tahun Coklatana. Namun, kebanggaan terbesar kami adalah melihat bagaimana varian Coklatana Triple Choco kini telah menjadi identitas buah tangan wajib dari Makassar. Cerita manis Coklatana kini rutin dibawa sebagai oleh-oleh istimewa untuk keluarga tercinta di berbagai penjuru pulau Sulawesi, dan jangkauan antusiasmenya bahkan telah sampai ke tanah Papua.
”Sebagai pelopor oleh-oleh premium, Coklatana sangat menjunjung tinggi kualitas. Seluruh rangkaian produk, termasuk Coklatana Triple Choco, diproduksi secara terpadu di Makassar dengan menggunakan standar mesin modern dan higienis. Protokol produksi yang ketat diterapkan guna memastikan setiap gigitan kue tidak hanya bertekstur sempurna dan lezat, tetapi juga terjamin keamanan pangannya,” ujarnya.
“Melalui setiap gigitan produk kami, kami mengajak seluruh masyarakat merayakan cerita manis yang datang dari rasa cinta terhadap tanah sendiri, petani lokal, dan tradisi keluarga yang hangat. Pencapaian hari ini menjadi batu loncatan bagi kami untuk terus membawa harum nama kakao lokal Sulawesi ke panggung yang lebih luas,” tutup Widya. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar