Logo Sulselsatu

Bupati Wajo Terima Aspirasi Warga Desa Wage

Asrul
Asrul

Kamis, 27 Juni 2019 09:41

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, Sengkang – Bupati Wajo Amran Mahmud menerima aspirasi dari masyarakat desa Wage kecamatan Sabbangparu, Rabu (26/6/2019)

Warga desa Wage meminta aktivitas tambang pasir di wilayahnya dihentikan. Di lokasi tambang itu pula dapat menimbulkan kerusakan atau longsor, walau sebelumnya sudah pernah ditutup tapi warga kegiatan tambang ini tetap berjalan.

“Menurut pengelola sudah dapat rekomendasi dari provinsi, namun warga tetap menolak dan menyampaikan untuk ditindaklanjuti keberatannya oleh bapak Bupati Wajo.”tutur Herman, perwakilan warga.

Sementar Bupati Wajo Amran Mahmud akan menindak lanjuti keluhan warganya.

“Setelah mendengarkan aspirasi tersebut, kita akan duduk bersama dengan pihak2 terkait intinya aspirasi ini akan ditindaklanjuti .” ungkap Amranp.

Bupati Wajo menugaskan dinas yang menangani untuk menelusuri dan menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....