Logo Sulselsatu

Seorang Pria di Sinjai Mengamuk, 2 Orang Kena Tebasan Parang

Asrul
Asrul

Kamis, 27 Juni 2019 15:46

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, SINJAI – Seorang pria di Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai bernama Mangenre Bin Roa (50) mengamuk dan melakukan penganiayaan dengan membabi buta, Rabu (26/6/2019).

Akibatnya, dua orang mengalami luka tebasan parang masing-masing Commeng Bin Maudu (70 ) yang merupakan Kepala Dusun Kessi, Desa Bonto, dan Makking Bin Jumering (40) Ketua RW di Dusun Kessi, Desa Bonto.

Kapolsek Sinjai Tengah, AKP Sunyoto menjelaskan, pelaku sebelumnya datang kebrumah salah satu warga yakni Amir Bin Baco. Pelaku meminta Amir untuk keluar dari rumahnya, namun Amir tidak keluar. Akhirnya pelaku melempari rumah Amir dengan batu dan mengenai kaca jendela rumah lalu pergi.

Baca Juga : Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Dibuka Kembali, Orang Tua Korban Minta Pelaku Dijerat Hukum

Sunyoto lanjut menjelaskan, bahwa pada pukul 05.00 Wita Amir datang ke rumah korban (Commeng) yang merupakan Kadus Kessi dan menyampaikan perihal kejadian tersebut.

Pagi hari sekira pukul 07.00 Wita, korban mendatangi rumah Amir dan Amir meminta Commeng untuk pelaku agar mengganti kaca miliknya yang dirusak pelaku. Saat Commeng menuju rumah pelaku yang berjarak sekitr 150 meter, saat Commeng sampai, ternyata di waktu bersamaan pelaku juga datang dengan membawa tuak.

“Tiba-tiba pelaku langsung membuang tuaknya dan langsung menarik parangnya (alat yang digunakan menyadap aren) di pinggangnya lalu ditebaskan ke arah pinggang korban bagian kanan sebanyak 4 kali yang mengakibatkan pinggang kanan korban mengalami memar dan bengkak,” bebernya.

Baca Juga : Polres Sinjai Hentikan Penyelidikan Kasus Pencabulan Anak, Keluarga Korban Kecewa

Meski korban berhasil merebut senjata tajam pelaku namun ibu jari tangan kanannya terkena irisan, dan menyerahkan senjata tajam ke Makking, namun pelaku masih sempat memegang alat tersebut yang membuat Makking juga terkena irisan di tangan kanannya.

“Saat pelaku dipegang oleh korban, dia berteriak agar anaknya mengambil badik di tempat tidurnya. Commeng melepaskan pelaku dan meninggalkan tempat tersebut sehingga pelaku kembali melempar korban dengan batu sebanyak 2 kali dan mengenai bagian punggung,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini, Commeng mengalami luka dibagian ibu jari tangan kirinya, pergelangan tangan kirinya, lebam dipelipis kanan, lebam di pipi kiri dan kanan, lecet di pinggang kanan, bengkak di pinggang kanan. Sementara Makking mengalami luka di tangan kanan dan ibu jari kaki kirinya.

Baca Juga : IRT di Sinjai Diringkus Polisi Bersama Barang Bukti 16 Saset Sabu

Saat ini polsek Sinjai Tengah telah mendatangi TKP dan mencari saksi-saksi serta mendatangkan petugas medis dari PKM Manimpahoi, Sementara pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Sinjai.

Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan08 Oktober 2026 07:12
Pemkot Tarakan Belajar PAUD Holistik di Sekolah Islam Athirah
Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara menjadikan layanan pendidikan anak usia dini di Sekolah Islam Athirah sebagai bagian dari pembelajaran pengu...
Hukum08 Oktober 2026 06:39
Ditetapkan Tersangka, Penasehat Hukum Korban Minta Polisi Segera Tahan Oknum Guru Penganiaya Murid di Jeneponto.
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Oknum Guru UPT SDN 14 Tamalatea, Hj Nursiah Sinrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Jeneponto atas d...
Ekonomi07 Oktober 2026 19:51
Penyaluran Kredit Perbankan Sulsel Naik 6,81 Persen hingga Juni 2026
Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi tersebut tercermin dari peningkatan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan ...
Otomotif07 Oktober 2026 17:12
Toyota Agya Kuasai 34,3 Persen Market, Penjualan Capai 1.978 unit
Kalla Toyota kembali mencatat performa penjualan positif toyota Agya hingga September 2026. Sepanjang Januari hingga September 2026, total akumulasi ...