Logo Sulselsatu

Sembilan Bulan Menjabat, Janji Politik Bupati dan Wabup Sinjai Ditagih

Asrul
Asrul

Selasa, 02 Juli 2019 13:55

Wabup Sinjai Andi Kartini Ottong menandatangani surat pernyataaan siap mundur jika janji politik tidak terealisasi. (Ist)
Wabup Sinjai Andi Kartini Ottong menandatangani surat pernyataaan siap mundur jika janji politik tidak terealisasi. (Ist)

SULSELSATU.com, SINJAI – Sekelompok mahasiswa dan masyarakat yang mengatasnamakan diri Koalosi Masyarakat Sinjai Bersatu menuntut janji politik bupati dan wakil bupati soal perbaikan jalan di Desa Turungan Baji, Sinjai Barat.

Tuntutan janji tersebut disampaikan lewat aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati, Selasa (2/7/2019). Sempat terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dan Satpol-PP.

Ada tiga poin yang disampaikan pengunjuk rasa seperti perbaikan jalan di Desa Turungan Baji, kejelasan pinjaman dana Rp200 miliar ke pemerintah pusat dan pengerjaan Gedung Islamic Center.

Salah satu mahasiswa sekaligus warga Desa Turungan Baji, Alamsyah mengatakan, betapa sulitnya warga di desanya akibat infrastruktur jalan yang buruk.

Imbasnya, hasil bumi terbengkalai dan harga anjlok. Selain itu, ibu hamil dan warga yang sakit sulit mendapatkan pertolongan, begitu juga dengan aktivitas warga yang terganggu ketika musim hujan.

“Itu semua yang perlu digaris bawahi oleh bupati. Di Desa Turungan Baji perbaikan jalan sangat dibutuhkan, karena memang mulai dari nenek moyang kami belum pernah ada pembangunan sampai sekarang. Selain itu pula jika akses jalan di sana sudah bagus akan menjadi akses jalan cepat menuju ke Makassar,” katanya.

Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong yang menerima aspirasi tersebut menyampaikan terima kasihnya atas aksi yang dilakukan, karena menurutnya merupakan koreksi bagi pemerintah dan merupakan hal yang wajar untuk peningkatan pembangunan ke depan.

Mengenai tiga poin tuntutan yang disampaikan, yakni mengenai akses jalan di Turungan Baji, Kartini berdalih, bahwa program 100 kerja bupati dan wakil bupati selesai terlaksana, sedangkan pemerintahannya saat itu mulai berjalan setelah pembahasan APBD Perubahan.

“Masa pemerintahan kami baru berjalan sembilan bulan, dan untuk perbaikan jalan di Desa Turungan Baji sudah kita masukkan ke anggaran DAK 2019 ini, tetapi yang menjadi persoalan anggaran pinjaman Rp200 miliar itu sampai sekarang belum cair. Saya juga belum bisa katakan anggaran tersebut tidak jadi karena belum cair sampai sekarang,” imbuh Kartini.

“Insya Allah saya akan berjuang jika anggaran pinjaman Rp200 miliar ini tidak cair akan saya usulkan di APBD Pokok tahun 2020. Insya Allah kita akan prioritaskan pembangunan ke Turungan Baji,” katanya.

Kartini juga menandatangani surat pernyataaan bermaterai untuk mengundurkan diri jika janji-janji tersebut tidak ditepati.

Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan04 Februari 2026 12:37
UNM Kukuhkan 1.000 Lulusan, IPK Rata-Rata Tembus 3,72
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) mewisuda 1.000 lulusan pada Periode Februari 2026 di Pelataran Phinisi UNM, Rabu (4...
Makassar04 Februari 2026 12:24
Inspektorat Makassar Dorong Penguatan Masukan BPKP dalam Perencanaan Program 2027
SULSELSATU.com MAKASSAR – Sekretaris Inspektorat Kota Makassar, Arfan Jusuf, menekankan pentingnya menindaklanjuti masukan Badan Pengawasan Keua...
Makassar04 Februari 2026 10:21
Perkuat Tata Kelola, PDAM Makassar Gelar Pelatihan Keuangan Berbasis SAK EP
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar Pelatihan Sistem Informasi PDAM Pintar Modul Keuangan dan Akuntansi berbasi...
News04 Februari 2026 08:36
Kampanye Narasi Keberlanjutan, PT Vale Tegaskan Komitmen Good Mining Practices Lewat UKW
Di tengah sorotan publik terhadap industri pertambangan nasional, terutama di kawasan industri nikel seperti Morowali, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale)...