Logo Sulselsatu

Kampanye Narasi Keberlanjutan, PT Vale Tegaskan Komitmen Good Mining Practices Lewat UKW

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 04 Februari 2026 08:36

Peserta Uji Kompetensi Wartawan di Morowali yang tengah mengerjakan tugas. Foto: Istimewa.
Peserta Uji Kompetensi Wartawan di Morowali yang tengah mengerjakan tugas. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Di tengah sorotan publik terhadap industri pertambangan nasional, terutama di kawasan industri nikel seperti Morowali, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kampanye narasi keberlanjutan melalui kolaborasi aktif dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali, Selasa (3/2/2026) di Aula Hotel Metro, Bungku Tengah, Morowali.

Kehadiran PT Vale Indonesia dalam agenda peningkatan kapasitas wartawan ini menjadi penanda penting bahwa keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan teknis dan operasional, tetapi juga oleh kualitas ekosistem informasi publik yang mengiringinya.

Baca Juga : MIND ID Kawal Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa, Fokus pada Hilirisasi Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, perseroan mengambil peran strategis dalam memperkuat narasi berbasis fakta terkait tata kelola pertambangan yang baik (good mining practices) sekaligus mendukung profesionalisme jurnalisme di daerah operasional perusahaan.

Dalam sesi paparan, PT Vale memaparkan secara komprehensif berbagai inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG) yang telah dan sedang berjalan di Kabupaten Morowali.

Materi mencakup pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola perusahaan yang transparan dan beretika.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel, Produksi Semester I 2026 Hampir 30 Ribu Ton

Paparan ini menjadi referensi dalam pelaksanaan UKW pada 4 Februari 2026, mendorong peserta mengolah informasi secara kritis, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik.

Sinergi Sosial dan Lingkungan untuk Masa Depan Morowali
Strategic Partnership for Community Development Officer PT Vale IGP Morowali Fajrul Hidayat menyampaikan, sejak 2015 hingga Kuartal IV 2025, perseroan telah merealisasikan investasi sosial sekitar Rp70 miliar yang menjangkau 17 desa di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi.

Program tersebut dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga : PT Vale Hidupkan Warisan Budaya Anyaman Teduhu, dari Luwu Timur ke Panggung Nasional

“Program sosial PT Vale dirancang dan dijalankan secara terarah serta kolaboratif, berbasis social baseline study yang telah kami lakukan, agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lingkungan, PT Vale secara konsisten memperkuat pengelolaan air limpasan tambang, pemantauan kualitas air dan udara, pengelolaan limbah, serta reklamasi dan revegetasi pascatambang. Seluruh proses dijalankan dengan standar pengendalian yang ketat dan berkelanjutan.

Environment Engineer PT Vale IGP Morowali, Anwar Rosyid menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian integral dari strategi bisnis PT Vale.

Baca Juga : Produksi Nikel PT Vale Naik 19 Persen pada Kuartal II 2026, Pendapatan Tembus US$290 Juta

“Kami memastikan setiap tahapan operasional dijalankan dengan kepatuhan perizinan, pemantauan berkelanjutan, dan pengelolaan dampak yang terukur demi menjaga kelestarian ekosistem di area kerja kami,” jelasnya.

UKW sebagai Investasi Jangka Panjang Ekosistem Informasi
Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia Suwarny Dammar menegaskan, partisipasi perusahaan dalam UKW bukan sekadar dukungan seremonial, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Bagi PT Vale, kegiatan UKW bukan hanya agenda peningkatan kapasitas wartawan, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem informasi yang profesional, beretika, dan kredibel, khususnya di wilayah operasional kami,” ujarnya.

Baca Juga : VIDEO: Mengenal Politeknik Sorowako, Kampus Vokasi dengan Lulusan Teknik Berdaya Saing

Ia menambahkan bahwa di era keterbukaan informasi dan derasnya arus digital, peran wartawan menjadi semakin strategis sebagai penjaga akurasi, keseimbangan, dan kepercayaan publik.

“Kita kerap mendengar narasi tentang dirty nickel, praktik pertambangan yang merusak lingkungan, atau aktivitas yang dinilai tidak sesuai kaidah, khususnya di wilayah seperti Morowali. Di sinilah peran media menjadi sangat penting, tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan informasi yang utuh, berbasis data, dan berimbang,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Morowali Mahmud Mattangara menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi PT Vale Indonesia dalam pelaksanaan UKW tahun ini.

Ia menilai kehadiran perusahaan tambang kelas dunia tersebut menjadi penguat penting bagi peningkatan kualitas wartawan lokal.

“Dari lebih dari 20 pendaftar, sekitar 15 peserta hari ini mengikuti proses UKW. Dukungan seperti ini sangat membantu kami menyiapkan wartawan yang lebih layak, profesional, dan berkualitas ke depan,” ujarnya.

Partisipasi dunia usaha dalam penguatan kapasitas wartawan juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo) Daerah Kabupaten Morowali Badiuz Zaman yang mewakili Bupati Morowali, menilai kegiatan UKW sebagai ruang kolaborasi strategis antara perusahaan, media, dan pemerintah.

“Kegiatan ini sangat positif. Perusahaan membutuhkan media, dan media juga membutuhkan akses informasi yang terbuka. Karena itu, kolaborasi yang sehat perlu terus dikembangkan. Narasi dan presentasi dari PT Vale hari ini juga menjadi contoh bagaimana informasi yang komprehensif dapat menjadi penyeimbang atas berbagai pemberitaan negatif yang tidak jarang muncul di ruang publik,” ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam UKW PWI Morowali, PT Vale Indonesia menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada kinerja produksi, tetapi juga pada pembangunan kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan berbasis fakta.

Sinergi antara perusahaan, media, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan narasi keberlanjutan yang lebih kuat, adil, dan berpijak pada realitas lapangan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....