Logo Sulselsatu

Tingkatkan Evektivitas Layanan Publik, BI Galakkan Elektronifikasi Transaksi

Asrul
Asrul

Minggu, 07 Juli 2019 09:30

Ilustrasi (Int)
Ilustrasi (Int)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bank Indonesia bersama pemerintah saat ini tengah menggalakkan program elektronifikasi transaksi di mana transaksi yang awalnya dilakukan secara manual kini bisa dilakukan secara elektronik.

Sistem elektronifikasi dinilai efisien dan mampu meningkatkan efektivitas layanan publik, serta mendukung transparansi keuangan pemerintah.

Sejumlah keuntungan juga bisa didapatkan jika menerapkan sistem ini seperti memberikan kemudahan pembayaran tagihan listrik, pajak dan retribusi secara online.

Baca Juga : 22 UMKM REWAKO Binaan BI Sulsel Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026

Transaksi ini juga bisa menjadi cerminan masyarakat modern yang memperhatikan efektivitas, misalnya pemilihan instrumen multifungsi untuk menabung dan membayar.

Di Sulsel sendiri, transaksi eletronifikasi akan terus ditingkatkan sejalan dengan program pemerintah untuk
meningkatkan keuangan inklusif di tahun 2019 ini. Hal itu dikatakan oleh Asisten Manajer Fungsi Elektronifikasi Pembayaran Daerah, Operasional Sistem Pembayaran BI Sulsel, Maudy Halim.

“Di 2019 ini, BI menargetkan pencapaian keuangan inklusif itu sebesar 75 persen dengan menyiapkan sejumlah strategi. Misalnya saja menggenjot penyaluran bansos nontunai,” kata Maudy, Jumat (5/7/2019).

Baca Juga : BI Sulsel Bawa 11 UMKM Binaan Perluas Pasar di ISEF 2026

Maudy menerangkan, untuk mencapai target itu BI akan terus melakukan sinergitas bersama pemerintah daerah. Apalagi, transaksi eletronifikasi mampu menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 11,1 persen. BI mencatat, dari 33 provinsi, ada 198 pemerintah kabupaten dan 65 kota sudah memiliki aturan terkait dengan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

“Di Sulsel sendiri pertumbuhan transaksi elektronifikasi cukup signifikan. Di Kota Makassar misalnya yang sudah memiliki sejumlah program dengan memanfaatkan transaksi elektronifikasi seperti e-budgeting dan e-parking,” kata Maudy.

Penggunaan uang elektronik di Makassar tak hanya terfokus pada bansos nontunai, tetapi juga terkonsentrasi pada sektor transportasi. Adapun bentuk transaksi yang dilakukan yaitu pembayaran tol. Bahkan, kontribusinya mencapai 100 persen.

Baca Juga : Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sasar Lima Pulau Sulsel, Bawa Rp25 Miliar Uang Tunai

Hal itu membuktikan bahwa transaksi elektronifikasi di Sulsel juga banyak terserap pada sektor transportasi. Meski begitu, menurut Maudy, pemanfaatan transaksi elektronik diharapkan bisa lebih inklusif pada seluruh sektor.

“Kami optimistis target di 2019 ini bisa tercapai, apalagi banyak keuntungan yang bisa dirasakan dengan memanfaatkan transaksi elektronifikasi,” katanya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 Oktober 2026 09:40
Sinyal Bahaya di Balik Panggilan Tak Dikenal
Penipuan digital dapat menyusup ke aktivitas sehari-hari, mulai dari transaksi usaha kecil hingga panggilan telepon yang tampak biasa. Di tengah ancam...
Metropolitan17 Oktober 2026 23:02
Waspada Penipuan Mencatut Nama Anggota DPRD Makassar Muchlis A Misbah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Beredar akun WhatsApp yang mengatasnamakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar H Muchlis A Mi...
Sulsel17 Oktober 2026 20:36
OJK Sulselbar Edukasi Warga Bone, Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memperkuat literasi keuangan masyarakat Kabupaten Bone untuk mendorong pe...
Bisnis17 Oktober 2026 19:31
Modest Fashion Week 2026 Hadir di Makassar, Metro Bidik Pasar Busana Muslim Indonesia Timur
Potensi pasar busana muslim di Makassar menjadi salah satu alasan Metro menghadirkan Modest Fashion Week 2026 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sab...