SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bank Indonesia bersama pemerintah saat ini tengah menggalakkan program elektronifikasi transaksi di mana transaksi yang awalnya dilakukan secara manual kini bisa dilakukan secara elektronik.
Sistem elektronifikasi dinilai efisien dan mampu meningkatkan efektivitas layanan publik, serta mendukung transparansi keuangan pemerintah.
Sejumlah keuntungan juga bisa didapatkan jika menerapkan sistem ini seperti memberikan kemudahan pembayaran tagihan listrik, pajak dan retribusi secara online.
Baca Juga : Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global
Transaksi ini juga bisa menjadi cerminan masyarakat modern yang memperhatikan efektivitas, misalnya pemilihan instrumen multifungsi untuk menabung dan membayar.
Di Sulsel sendiri, transaksi eletronifikasi akan terus ditingkatkan sejalan dengan program pemerintah untuk
meningkatkan keuangan inklusif di tahun 2019 ini. Hal itu dikatakan oleh Asisten Manajer Fungsi Elektronifikasi Pembayaran Daerah, Operasional Sistem Pembayaran BI Sulsel, Maudy Halim.
“Di 2019 ini, BI menargetkan pencapaian keuangan inklusif itu sebesar 75 persen dengan menyiapkan sejumlah strategi. Misalnya saja menggenjot penyaluran bansos nontunai,” kata Maudy, Jumat (5/7/2019).
Baca Juga : Dukung Kajian IMTI 2026, BI Sulsel Dorong Penguatan Pariwisata Ramah Muslim
Maudy menerangkan, untuk mencapai target itu BI akan terus melakukan sinergitas bersama pemerintah daerah. Apalagi, transaksi eletronifikasi mampu menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 11,1 persen. BI mencatat, dari 33 provinsi, ada 198 pemerintah kabupaten dan 65 kota sudah memiliki aturan terkait dengan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
“Di Sulsel sendiri pertumbuhan transaksi elektronifikasi cukup signifikan. Di Kota Makassar misalnya yang sudah memiliki sejumlah program dengan memanfaatkan transaksi elektronifikasi seperti e-budgeting dan e-parking,” kata Maudy.
Penggunaan uang elektronik di Makassar tak hanya terfokus pada bansos nontunai, tetapi juga terkonsentrasi pada sektor transportasi. Adapun bentuk transaksi yang dilakukan yaitu pembayaran tol. Bahkan, kontribusinya mencapai 100 persen.
Baca Juga : BI Sulsel Dorong Lima Proyek Investasi Unggulan Lewat SSIC 2026
Hal itu membuktikan bahwa transaksi elektronifikasi di Sulsel juga banyak terserap pada sektor transportasi. Meski begitu, menurut Maudy, pemanfaatan transaksi elektronik diharapkan bisa lebih inklusif pada seluruh sektor.
“Kami optimistis target di 2019 ini bisa tercapai, apalagi banyak keuntungan yang bisa dirasakan dengan memanfaatkan transaksi elektronifikasi,” katanya.
Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Kink Kusuma Rein
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar