Logo Sulselsatu

Polisi Duga Senjata Jenis Glock 42 yang Digunakan Aksi 22 Mei

Asrul
Asrul

Senin, 08 Juli 2019 17:35

Kerusuhan 22 Mei. (Int)
Kerusuhan 22 Mei. (Int)

SULSELSATU.com – Senjata yang menyebabkan Harun Al Rasyid tewas tertembak pada peristiwa kerusuhan 21-22 Mei diduga berjenis Glock 42. Dugaan tersebut berdasarkan hasil laboratorium forensik.

“Diduga dari hasil labfor itu pelakunya menggunakan glock 42,” kata Karo Penmas di Bareskrim Polri, Senin (8/7/2019).

Dalam slide atau tampilan pemaparan yang ditunjukkan saat jumpa pers tentang Investigasi Kerusuhan 21-22 Mei, di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jumat (7/5) lalu, tertulis dalam tubuh Harun ditemukan proyektil berukuran 9x17mm.

Baca Juga : Mabes Polri Sudah Petakan Alur Rusuh 22 Mei

Selain itu, juga dijelaskan bahwa senjata yang digunakan tidak identik dengan senjata milik anggota Brimob.

Soal informasi bahwa senjata tersebut disimpan di dalam baju, kata Dedi, diperoleh dari keterangan saksi kunci. Namun, Dedi masih belum mau menjelaskan secara detail. Dia beralasan kasusnya masih diperiksa Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Saksi kunci sekarang sedang diperiksa oleh Polda Metro Jaya, tunggu dulu, sabar, mohon doanya, agar segera terungkap pelakunya, mohon bersabar,” tuturnya.

Baca Juga : Bertugas Amankan Rusuh 22 Mei di Jakarta, Kapolda Kunjungi BKO Brimob Polda Sulsel

Pelaku sampai saat ini sedang dalam pengejaran oleh pihak kepolisian. Untuk ciri-ciri pelaku, kata Dedi, berbadan kurus, tinggi sekitar 175 cm, serta menggunakan tangan kiri atau kidal.

Saat ini, lanjut Dedi, kepolisian tengah melakukan analisa seluruh rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

“Kita juga sedang menganalisa seluruh foto, video, tentang identifikasi rekam wajah, atau face recognition itu, itu sedang didalami ciri-cirinya,” tutur Dedi.

Polisi menemukan proyektil di tubuh korban yang meninggal pada saat kerusuhan 21-22 Mei 2019, Harun Al Rasyid.

Harun adala remaja 15 tahun warga RT 09 RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dia meninggal dunia pada malam kerusuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat.

Suyudi mengatakan berdasarkan penyelidikan Polres Jakbar, keterangan saksi menyebutkan ada seseorang yang diduga melakukan penembakan dari sisi kanan dengan jarak kurang lebih 30 meter. Sementara anggota Polri yang menghadapi kerusuhan saat itu, kata Suyudi, berjarak 100 meter.

“Dari saksi yang diperiksa, dia mengatakan almarhum Harun Al Rasyid ditembak dengan pistol berwarna hitam dan mengarahkan pistol ke kiri, ke arah Harun,” ujarnya.

Suyudi mengatakan hasil autopsi Harun ditemukan proyektil peluru berukuran 9 x 17 mm. Dia menduga peluru tersebut dari senjata nonorganik Polri.

“Arah tembakan miring, jaraknya kurang lebih 11 meter, arahnya juga lurus mendatar, karena di sana ada trotoar agak tinggi, pelaku ini memang agak tinggi,” kata Suyudi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Lifestyle02 November 2026 15:19
AHM Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Green Act Fest 2026
PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak generasi muda menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui Green Act Fest (GAF) 2026 di Warkopolim, Bogor, Sabtu (3...
Olahraga02 November 2026 15:02
SMAN 2 Raha Raih Juara Tiga AXIS Nation Cup 2026
Tim futsal SMAN 2 Raha, Sulawesi Tenggara, meraih juara ketiga kategori putra AXIS Nation Cup (ANC) 2026 setelah mengalahkan MAN 2 Samarinda dengan sk...
News02 November 2026 12:22
OJK Luncurkan PELITA Syariah, Libatkan Tokoh Agama Perluas Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah) untuk memperluas edukasi keuanga...
Olahraga02 November 2026 11:55
The Lantis Tutup Fazzio Youth Festival 2026, Tiket Didonasikan ke YKAI
Konser grup musik The Lantis menjadi penutup rangkaian Fazzio Youth Festival 2026 di GOR Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sabtu (31/10/202...