Logo Sulselsatu

Wabup Selayar Buka Pameran BID dan Launching GESIT 2020

Asrul
Asrul

Jumat, 26 Juli 2019 11:41

Wabup Selayar Buka Pameran BID dan Launching GESIT 2020

SULSELSATU.com, SELAYAR – Wakil Bupati Kepulauan Selayar Zainuddin menghadiri pembukaan Pameran Bursa Inovasi Desa (BID) sekaligus launching gerakan Selayar Siap Cegah Stunting (Gesit) 2020 di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Kamis (25/7/2019).

Launching tersebut ditandai dengan penabuhan gendang oleh Zainuddin didampingi oleh Kabid Pengembangan dan Kerja sama Dinas PMD Pemprov Sulsel Rais Rahman, serta plt. Kadis PMD Selayar Irwan Baso, serta unsur dari Kodim 1415 Selayar dan Polres Selayar.

Dalam BID tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama gerakan Selayar siap cegah stanting 2020 oleh unsur OPD terkait, pemerintah desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan BPD sebagai peserta BID. Dalam penandatanganan ini diawali dengan pembacaan naskah oleh tenaga ahli pelayanan sosial dasar Muh. Ihsan Maro.

Baca Juga : Siap Tantang Basli Ali di Selayar, Zainuddin Optimistis Kendarai NasDem

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Zainuddin mengatakan, terkait dengan fungsi pemerintahan, desa saat ini menjadi primadona dari segi pembangunan. Ini adalah salah satu kebijakan dari Presiden RI yang membangun dari desa.

Sponsored by MGID

Dikatakan BID ini adalah merupakan ruang berpikir dan ruang berbuat bagi masyarakat desa untuk menorehkan ide-ide kreatif sehingga dapat mendatangkan manfaat secara berlipat ganda kepada masyarakat.

“Dimensi tentang BID ada 3, bisa menyangkut infrastruktur, menyangkut SDM dan dunia usaha. Itulah yang semestinya dipikirkan oleh pemerintah desa dan masyarakatnya bagaimana mencari suatu ide2 yang lebih kreatif untuk bisa mengembangkan pendapatan dan manfaat bagi masyarakat desa,” kata Zainuddin.

Baca Juga : Hadiri Resepsi HUT ke-414 Selayar, Wagub Bicara Soal Desentralisasi Pembangunan

Terakit dengan upaya pencegahan stanting, Zainuddin mengemukakan dibutuhkan manusia berkualitas, dalam pengertian orangnya harus cerdas, dan kecerdasan itu harus akumulatif.

“Saya berharap kita mendidik manusia-manusia Selayar dengan orientasi kecerdasan secara majemuk. Oleh karena itu kecerdasan itu penting, dan itu adalah bagian dari upaya mencegah stanting,” ucapnya.

Sementara Kabid Pengembangan dan Kerja sama Dinas PMD Pemprov Sulsel, Rais Rahman mengatakan, BID adalah suatu rangkaian kegiatan dari pelaksanaan program inovasi desa.

Baca Juga : Maju di Pilkada Selayar Lewat Jalur Independen, Zainuddin Mulai Kumpulkan KTP

“Program inovasi desa ini hadir karena adanya tuntutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana desa,” kata Rais.

Sebagai informasi, Rais rahman mengemukakan bahwa untuk Provinsi Sulawesi Selatan selama 4 tahun terakhir sudah menggunakan dana desa untuk 2.255 desa, sebesar kurang lebih Rp7,3 triliun. Jumlah yang cukup besar dimana pemerintah pusat memberikan dana sebesar itu untuk mempercepat kemajuan di desa. Namun kata dia hasil evaluasi pemanfaatn dana desa, sementara ini dianggap belum optimal pemanfaatannya.

“Oleh karenanya salah satu yang menjadi point penting untuk bisa memanfaatkan dana desa dengan sebaik-baiknya adalah pengembangan inovasi dalam pemanfaatan dana desa. Kemudian lahirlah program inovasi desa yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi,” terangnya.

Baca Juga : Maju di Pilkada Selayar Lewat Jalur Independen, Zainuddin Mulai Kumpulkan KTP

Rais berharap dengan pelaksanaan program inovasi desa yang salah satu kegiatannya adalah pelaksanaan BID, bisa mengoptimalkan pemanfaatan dana desa jauh lebih baik dengan apa yang dihasilkan saat ini.

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan gerakan stanting 2019, dijelaskan bahwa program inovasi desa pada tahun ini, agenda aksinya agak sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana program inovasi desa diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap pencegahan stunting.

“Tahun ini kita dimandatkan untuk mengambil bagian dalam penanganan stunting. Penanganan stunting ini tidak bisa diselesaikan dengan satu unit kerja saja di pemerintahan, karena persoalan stunting adalah persoalan penyiapan generasi,” jelas Rais.(rls)

Baca Juga : Maju di Pilkada Selayar Lewat Jalur Independen, Zainuddin Mulai Kumpulkan KTP

Editor: Awang Darmawan

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Makassar28 September 2021 19:43
KPU Makassar Genjot Partisipasi Pemilih
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Peningkatan partisipasi pemilih tetap menjadi perhatian utama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar. Terbaru, KPU...
Makassar28 September 2021 19:09
Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Ketua TP PKK Kota Makassar Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi di beberapa titik di ...
Makassar28 September 2021 18:50
Wawali Fatma Buka Resmi FGD Harap SDC Bersinergi Dengan Program Pemkot Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi membuka secara resmi acara Forum Grup Discussion (FGD) yang diadakan Skill ...
Sponsored by MGID
Kesehatan28 September 2021 18:15
Positivity Rate Covid-19 di Sulsel 1,10%
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat angka Positivity rate harian Covid-19 di Sulsel kembali turun sela...