Logo Sulselsatu

Bupati Sidrap Bisa Dikenai Hak Angket

Asrul
Asrul

Rabu, 07 Agustus 2019 13:30

Mattau. (IST)
Mattau. (IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tokoh LSM dan aktivis senior di Sidrap, Mattau mengatakan, Bupati Sidrap Dollah Mando bisa saja dikenai hak angket atau interpelasi oleh DPRD Sidrap.

“Hak angket dan hak interpelasi DPRD bukan barang haram. Tapi barang halal, karena dibenarkan dan diatur oleh UU, dan itu dibenarkan oleh demokrasi,” kata Mattau, Rabu (7/8/2019).

Pernyataan Mattau ini terkait sikap Bupati Sidrap Dollah Mando yang melengserkan Kepala Desa Persiapan Talawe. Mattau menilai, Dollah telah melanggar PP 43/2014.

Baca Juga : Jabat Bupati Sidrap, Syahar Komitmen Bawa Perubahan Positif Bagi Masyarakat

Mattau mengatakan, PP 43/2014 itu adalah turunan UU, sehingga Bupati Sidrap bisa dikatakan melabrak atau melibas UU.

“Dalam UU 32/2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Bupati atau Kepala Daerah bisa diseret ke DPR dengan 2 hak istimiewa yg dipunyai DPR, hak interpelasi dan hak angket. Jadi bisa saja Bupati Sidrap diseret ke DPRD Sidrap diselediki mengapa ia berupa keras mengganti Kepala Desa Persiapa Talawe dengan mengabaikan PP 43/2014,” tutur Mattau.

Mattau pun mengingatkan, hak angket bisa saja diambil jika DPRD Sidrap yang baru dan mayoritas berusia muda itu, peka terhadap persoalan sosial kemasyarakatan di Sidrap pasca Pilkada kemarin.

Baca Juga : Kejari Sidrap Cium Aroma Dugaan Korupsi Pengelolaan Anggaran Rumah Tangga DPRD Sidrap

“Saya sangat berharap Anggota DPR Sidrap yang baru nanti, bisa mengkonfirmasi isu-isu hangat yg beredar luas di Sidrap. Misalnya, isu keterlibatan keluarga di pengambilan kebijakan Bupati Sidrap Dollah Mando, sehingga muncul omongan bahwa orang Sidrap di Pilkada kemarin. Tidak hanya memilih Bupati, tetapi juga memilih 5 kepala daerah di Sidrap. Karena 5 anggota keluarga Dollah Mando diduga sudah bertindak seperti layaknya kepala daerah, menentukan ASN yang dimutasi dan menentukan proyek yang harus dikerjakan di Sidrap,” kata Mattau.

Mattau juga menyoroti dugaan honor 68 kepala desa yang belum dibayarkan.

“Nilai uangnya cukup fantatis, yang sebesar Rp3,2 miliar. Uang untuk gaji 68 kepala desa dan aparatnya itu, tidak tercantum lagi di APBD 2019. Sebelumnya di APBD 2018 ada tercantum. Tetapi gaji untuk bukan November dan Desember 2018 itu, belum juga terbayarkan sampai hari ini,” kata Mattau.

Baca Juga : Tolak Bantuan NasDem, Ketua DPRD Nilai Dollah Mando Gagal ‘Move On’

Menurut dia, keterlambatan pembayaran honor kepala desa ini merupakan hal yang aneh. Sebab, honor untuk Januari hingga Juli 2019 bisa terbayarkan, sementara untuk November-Desember 2018 tidak bisa terbayarkan hingga hari ini.

Olehnya, Mattau berjanji akan bergerilya ke parpol untuk mendorong digelarnya hak angket bagi Bupati Sidrap Dollah Mando.

“Sejumlah politisi di Sidrap kepada saya bilang, mereka sisa menunggu momentumnya,” tandas Mattau.(rls)

Baca Juga : Demi Kemanusiaan, NasDem Bantu Sidrap 2 Ribu Rapid Test tapi Ditolak Dollah Mando

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...