Logo Sulselsatu

Lirik Industri Mobil Listrik RI, Toyota-Hyundai Siap Investasi Rp57 Triliun

Asrul
Asrul

Kamis, 15 Agustus 2019 13:37

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Investor otomotif berlomba-lomba ingin menanamkan modalnya di tanah air menyambut kendaraan bermotor listrik (mobil listrik).

Berdasarkan keterangan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dana investasi yang bakal masuk jumlahnya mencapai US$4 miliar atau setara Rp57,1 triliun (Rp14.290 per US$). Dana tersebut akan digelontorkan ke proyek mobil listrik secara bertahap.

“Angka masing-masing (produsen) otomotif berbeda, tapi yang sudah kira-kira hampir USD4 miliar,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di kantornya, Rabu (14/8/2019) seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Baca Juga : OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal Tingkatkan Kepercayaan Investor

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika belum menyebut spesifik siapa saja produsen yang berkomitmen untuk nilai investasi tersebut di dalam negeri.

Namun dijelaskan Putu, dua manufaktur otomotif besar, yaitu Toyota dan Hyundai sudah menghadap Menteri Perindustrian untuk membicarakan nilai investasinya untuk Indonesia.

“Itu untuk yang otomotifnya. Seperti Toyota akan membangun produksi kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Putu.

Baca Juga : PINTU Perkenalkan VIP Private dan Perluas Akses Aset Tokenisasi

Seperti kita ketahui Toyota grup memang sudah mengakui soal rencana investasi sekitar Rp28 triliun di Indonesia. Sedangkan Hyundai seperti diberitakan sebelumnya akan mengucurkan dana sekitar US$1 miliar (Rp14,6 triliun) guna membangun mobil ramah lingkungan di Indonesia.

“Kira-kira segitu investasinya,” kata Menko Maritim Luhut Panjaitan saat berkunjung ke Gedung Transmedia, Jumat (21/12) sore.

Selain Toyota dan Hyundai, Putu juga menyebut pabrikan lain yang punya niatan serupa, yaitu Honda.

Baca Juga : OJK Sanksi Pelaku Pasar Modal, Denda Rp327 Miliar

“Ada beberapa yang memang menyatakan minatnya. Honda juga siap, tapi belum declare (pengumuman),” ucap Putu.

Putu menambahkan beberapa merek baru lain ada yang menyatakan minat untuk berinvestasi membangun fasilitas pabrik produksi mobil penumpang di Indonesia, namun belum dapat diumumkan dengan alasan masih melakukan pengkajian.

“Tapi dari segi minat dan kajian-kajian yang dilakukan oleh multinasional bidang otomotif itu kayaknya ada suatu yang bagus arahnya. Apalagi kalau kamu bisa produksi baterai,” tutup Putu.

Baca Juga : BI Sulsel Dorong Lima Proyek Investasi Unggulan Lewat SSIC 2026

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 Oktober 2026 23:55
Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat m...
Pendidikan30 Oktober 2026 22:12
Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia
Mahasiswa Kalla Institute Uwais Abdullah meraih juara pertama kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK (Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knig...
Bisnis30 Oktober 2026 21:59
Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026....
Pendidikan30 Oktober 2026 21:58
Prodi Hukum Bisnis UNM dan Indolaw Bedah Peluang dan Tantangan Carbon Trading
SULSELSATU, MAKASSAR – Program Studi Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Indolaw Office menggelar seminar nasional yang memba...