Kerusuhan Papua Letupan Kekecewaan Warg terhadap Diskriminasi dan Rasisme

SULSELSATU.com, JAKARTA – Gelombang protes hingga kerusuhan terjadi di sejumlah daerah di Papua beberapa hari terakhir ini. Peristiwa ini ditengarai dipicu oleh pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya oleh warga sekitar hingga bentrok di Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Pernyataan bernada rasialis juga ditujukan kepada mahasiswa asal Papua.

Hal itu berbuntut aksi protes di sejumlah wilayah di Papua Barat dan Papua pada Senin (19/8). Bahkan di Sorong, Papua Barat, warga masih melancarkan aksi dengan memblokade sejumlah jalan arteri pada Selasa (20/8). Dengan kata lain, situasi keamanan belum sepenuhnya kondusif.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menilai bentrokan dan aksi protes yang dilakukan masyarakat Papua merupakan letupan atas permasalahan yang selama ini dirasakan. Misalnya, diskriminasi dan ekonomi, ketika masyarakat Papua tidak bisa menguasai perekonomian di daerahnya sendiri.

Persoalan itu terpendam begitu lama dalam benak. Hingga kemudian, emosi mereka meletup ketika mahasiswa Papua mendapat perlakukan rasialis di Jawa Timur. 

“Ya (meledak kemarin) itu kan tinggal masalah trigger-nya saja, tapi akar soalnya sudah lama tidak diselesaikan. Kalau ini tidak diselesaikan nanti muncul lagi, muncul lagi, dengan berbagai hal itu bisa sangat rentan terjadi lagi,” ucap Adriana, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (22/8/2019).

Adriana menyebut permasalahan terkait Papua memang bukan barang baru. Kesenjangan ekonomi dan diskriminasi kerap terjadi.

Namun, bukan berarti pemerintah Indonesia perlu menggelar referendum dalam waktu dekat. Menurutnya, referendum bukan solusi tepat. Pemberian kemerdekaan secara langsung dari Indonesia juga bukan jawaban.

“Terlalu cepat kalau bicara ke arah situ,” tuturnya.

Adriana kembali menekankan soal persoalan tentang Papua, yakni soal diskriminasi. Dia mengatakan masih sering ditemukan sikap merendahkan terhadap masyarakat Papua.

Menurut Adriana, jauh lebih baik jika semua pihak memahami terlebih dahulu kondisi yang ada saat ini. Termasuk tentang apa yang dirasakan oleh masyarakat Papua. Setelah itu, baru bisa mendapatkan solusi yang tepat.

“Sekarang kita ribut bagaimana meredakan konflik tapi akar persoalan bagaimana martabat Papua dihargai, selama ini kan tidak pernah diurus,” kata Adriana.

Aksi protes terjadi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat sejak Senin (19/8). Perusakan bangunan dan mobil dilakukan oleh massa.

Misalnya di Manokwari, massa membakar gedung DPRD Papua Barat. Kemudian di Sorong, Papua Barat, massa sempat membuat aktivitas bandara lumpuh. Sel pun dirusak hingga para narapidana bisa melarikan diri.

Di Jayapura, Papua, aksi berjalan damai. Meski begitu, jumlah massa yang turun ke jalan tergolong sangat banyak. Tentu melumpuhkan aktivitas perekonomian setempat.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengamini bahwa gelombang aksi protes di Papua dan Papua Barat merupakan buntut dari peristiwa di Surabaya dan Malang, Jawa Timur pada Jumat (16/8). Kala itu, asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya dikepung oleh berbagai elemen masyarakat dan juga aparat pada Jumat (16/8). Warga mengaku mendapat video para mahasiswa Papua merusak bendera merah putih, sehingga mendatangi asrama.

Namun, mahasiswa Papua sempat dihujani pernyataan rasialis. Mereka diminta keluar dari asrama dengan teriakan-teriakan yang bernada negatif.

Aparat lalu menembakkan gas air mata sebelum mengamankan 43 mahasiswa. Tak lama kemudian mereka dipulangkan kembali.

Peneliti Amnesty International Indonesia, Papang meminta Presiden Joko Widodo dan pemerintah memerintahkan aspek HAM dalam mengembalikan situasi keamanan menjadi kondusif kembali. Dia menyebut dugaan pelanggaran HAM sudah begitu sering terjadi di Papua.

Bilamana memang jelas-jelas ada pelanggaran HAM yang dilakukan, lanjutnya, perlu ada tindakan tegas. Jangan sampai malah menambah catatan buruk.

“Kami dari Amnesty tuntutannya bukan soal politik atau merdeka atau tidak, tapi siapa pun yang melakukan pelanggaran HAM harus dibawa ke muka hukum oleh sistem Indonesia,” kata Papang. 

Papang mengingatkan bahwa pelanggaran HAM di Papua cenderung memburuk sejak 10 tahun terakhir. Tindakan kekerasan yang dialami masyarakat setempat tidak pernah sepenuhnya bisa dihentikan.

Sementara masyarakat Papua, kata Papang, menganggap tempat tinggalnya terus dikeruk oleh para pendatang. Perekonomian pun dikuasai oleh para pendatang.

Masyarakat Papua sendiri hanya merasakan ketidakadilan. Perlakuan kekerasan dan diskriminasi yang dilakukan anggota TNI dan polisi, kata Papang, juga turut menyertai.

“Dan angka kekerasan itu sebetulnya juga dari riset Amnesty 10 tahun terakhir ini justru lebih banyak persoalan-persoalan nonpolitis,” ucap Papang.

Editor: Awang Darmawan

Populer

Live Streaming Liga Italia: Hellas Verona Vs AC Milan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - AC Milan bakal bertandang ke Stadio Marc'Antonio Bentegodi melawan Hellas Verona pada pekan ketiga Liga Italia, Senin (16/9/2019) pukul 02.45 Wita...
video

VIDEO: Pemerintah Rebut Stadion Andi Mattalatta, Ahli Waris “Melawan”

SULSELSATU.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merebut hak penggunaan Stadion Andi Mattalatta. Pemprov Sulsel mulai bergerak untuk mengambil alih Stadion Mattoanging Makassar dari pihak Yayasan...

Warga Tamalatea Blokade Jalan Poros Jeneponto, Akses Makassar-Bantaeng Buntu

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Ratusan warga Ci'nong Kelurahan Tonro Kassi, Kecamatan Tamalatea, memblokade jalan poros Jeneponto. Aksi ini dilakukan mulai 09:30 pagi Wita. Informasi yang dihimpun, massa...
video

VIDEO: Pasangan Ini Kedapatan Berhubungan Intim di Pesawat

SULSELSATU.com - Pria dan wanita terpergok sedang melakukan hubungan intim di pesawat. Momen itu terjadi dalam penerbangan menuju Meksiko. Tanpa memedulikan keberadaan penumpang lain. Video Editor: Andi...

Catat! Berikut Menu Diet Seminggu yang Ampuh

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Baik Diet OCD maupun Diet Mayo, Bagi Sahabat Sehat yang sedang berniat untuk diet, tak ada salahnya untuk mengadopsi gaya hidup...

KASN Ancam Laporkan Gubernur ke Presiden

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Asisten Komisioner Bidang Promosi dan Advokasi KASN,  Nurhasni angkat bicara terkait langkah yang diambil oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) terkait...

Laga Pencak Silat di Porkab Sinjai Ricuh, Ini Penjelasan KONI

SULSELSATU.com, SINJAI - Laga pencak silat di Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sinjai yang berlangsung di Gedung Sinjai Bersatu, Kamis (12/9/2019) ricuh. Atlet utusan dari...

Catat! Ini Jadwal Puasa Sunah di Bulan Muharram

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Tahun Baru 1 Muharram 1441 Hijriah akan jatuh 1 September mendatang. Umat Islam di seluruh dunia tentu bakal merayakan datangnya awal...

FOTO: Pasca Kebakaran di Jalan Andalas

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kondisi rumah toko (Ruko) pasca kebakaran yang terjadi Selasa dini hari di Jalan Andalas, Makassar, Rabu (12/9/2018). Kebakaran tersebut menelan dua korban...

Baca Juga

GIIAS Makassar 2019 Catatkan Kontribusi Positif

SULSELSATU.com, MAKASSAR - GIIAS Makassar 2019 telah berakhir kemarin, Minggu 15 September 2019, dan selama 5 hari pameran berlangung berhasil memberikan kontribusi bagi masyarakat baik...

Kuasa Hukum Minta Kasus Jumras dengan Nurdin Abdullah Diselesaikan Kekeluargaan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Eks Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras diperiksa penyidik Polrestabes Makassar dalam kasus pencemaran nama baik Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), Senin...

Buka Bimtek Pengelolaan Dana Desa, Ini Pesan Bupati Indah

SULSELSATU.com, LUWU UTARA - Salah satu program pemerintah pusat ialah Nawacita, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di...

Iqbal Suhaeb Minta Pejabatnya Bagikan Masker di Sekitar TPA Tamangapa

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pasca kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb belum sekalipun mendatangi lokasi...

Terbaru

Tersangka OTT di Parepare Ikuti Diklatpim III

SULSELSATU.com, PAREPARE - Tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) eks panitia Unit Lelang Pengadaan (ULP) Bagian Pembangunan Setdako Parepare, Mustadirham, mengikuti Diklatpim III yang...

Ditinggal ke Kondangan, Rumah Panggung di Jeneponto Ludes Terbakar

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Kebakaran kembali terjadi di Jeneponto, kali ini satu rumah panggung milik warga Desa Pallantikan, Kecamatan Rumbia, ludes terbakar, Minggu (22/9/2019). "Benar, satu...

Soal X-Ray, Taufan Pawe Nilai Pelindo Tak Dukung Pemkot Parepare

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mendesak PT Pelindo IV menambah dan memfungsikan X-Ray atau mesin deteksi tubuh di Pelabuhan Nusantara. Ini...

Deli Serdang Digetarkan Gempa 2,8 Magnitudo

SULSELSATU.com, SERDANG - Gempa bermagnitudo 2,8 menggetarkan Deli Serdang, Sumatera Utara pada Minggu (22/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Minggu (22/9/2019)...
video

VIDEO: Aktor Joe Taslim Masuk Nominasi Pria Tertampan di Dunia

SULSELSATU.com, JAKARTA – Bintang film ‘The Raid’, Joe Taslim masuk dalam nominasi 100 Handsome Faces 2018 atau pria tertampan di dunia versi TC Candler. Hal...