Logo Sulselsatu

KREKI-119, Aplikasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat Kesehatan

Asrul
Asrul

Minggu, 01 September 2019 14:00

istimewa
istimewa

SULSELSARU.com, JAKARTA – Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) yang merupakan program CSR dari PT IDS Medical Systems Indonesia menginisiasi pembentukan Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI).

Komunitas ini berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan seseorang memberikan sekaligus mendapatkan pertolongan dan penanganan gawat darurat secara cepat dan tepat.

Ketua Umum IndoHCF, Supriyantoro mengatakan KREKI dibangun guna mendukung program Sistem Penanggulan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dalam rangka meningkatkan mutu dan kecepatan pertolongan pertama terhadap penanganan gawat darurat.

“Waktu menjadi unsur terpenting dalam kondisi gawat darurat. Bayangkan jika dalam kondisi tersebut orang itu tidak ditangani secara cepat dan tepat. Yang seharusnya bisa selamat, justru malah memperparah kondisi korban atau bahkan meninggal dunia. Inilah yang melatarbelakangi pembentukan komunitas ini,” ujarnya di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

KREKI merupakan akronim dari semangat yang melandasi pendirian komunitas tersebut yakni Kompeten, Responsif, Empati, Komunikatif, dan Inovatif.

Supriyantoro mengatakan, peristiwa gawat darurat seperti kecelakaan, penyakit akibat gaya hidup tidak sehat, atau bencana alam bisa terjadi pada siapa pun, kapan pun, dan di manapun.

Menurutnya, keadaan-keadaan tersebut membutuhkan penanganan yang tepat dan akurat agar tidak berakibat pada kecacatan permanen atau kematian.

Komunitas yang didirikan 5 Desember 2018 ini terdiri dari berbagai unsur di masyarakat baik individu maupun komunitas.

Untuk menjadi relawan, maka orang tersebut minimal telah mendapatkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) singkat tentang bagaimana teknik menolong orang dalam kondisi gawat darurat seperti henti jantung, tersedak benda asing, tersengat petir dan listrik, tenggelam, cara mengangkut korban, pembidaian, dan lain sebagainya.

Pelatihan tersebut bisa diselenggarakan oleh KREKI sendiri ataupun organisasi maupun institusi yang berkompeten.

“Jadi, meskipun anggota komunitas adalah masyarakat awam tapi mereka telah memiliki kemampuan dan terlatih dalam memberikan pertolongan dalam kondisi gawat darurat,” imbuhnya.

Guna semakin memperluas jangkauan layanan KREKI, IndoHCF membangun aplikasi “KREKI-119” yang bisa diunduh melalui Google Playstore.

Dengan aplikasi tersebut memungkinkan korban atau orang terdekat mendapatkan pertolongan pertama dari relawan yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan PSC-119 atau dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk mengevakuasi dan merawat korban.

Hingga kini, lanjut Supriyantoro, KREKI telah memberi pelatihan BHD kepada 1.452 orang dari berbagai komunitas di Jakarta. Tidak hanya itu, KREKI juga aktif menjalin kerjasama dan kemitraan dengan berbagai yayasan, komunitas, dan pemerintah daerah.

“Kami berharap KREKI mampu membawa banyak manfaat, memberi kontribusi konstruktif bagi nusa dan bangsa, khususnya dalam hal penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan di masyarakat yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dan mendorong upaya konstruktif dalam hal peningkatan keselamatan dan keamanan di ranah kesehatan,” ujarnya.

Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News31 Oktober 2026 13:41
Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa
PT Vale Indonesia Tbk membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa melalui sosiali...
News31 Oktober 2026 12:58
Pelindo dan Pemprov Sulsel Perkuat Kerja Sama Maritim
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membahas penguatan kerja sama untuk meningkatkan laya...
News31 Oktober 2026 12:08
45 Karyawan Sari Roti Ikuti Edukasi Safety Riding Asmo Sulsel
Sebanyak 45 karyawan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (Sari Roti) mengikuti edukasi keselamatan berkendara atau safety riding yang digelar Astra Motor ...
News31 Oktober 2026 12:01
OJK Raih Sertifikasi ISO untuk Pengawasan PPDP
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meraih sertifikasi internasional ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu bidang pengawasan sektor Perasuransian, Penjam...